Gen Z Rentan Alami Serangan Gatal pada Kulit Akibat Cuaca dan Polusi Ekstrem, Jangan Anggap Sepele!
Rabu, 22 November 2023 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Faktor cuaca dan polusi jelas dapat mengakibatkan kulit gatal. Secara patogenesis kulit bisa dijelaskan seperti berikut ini.
Kulit yang merupakan organ terluas dan terluar dari tubuh adalah penghubung terbesar ke dunia luar kulit. Polusi dapat masuk ke kulit melalui penumpukan partikel polusi di permukaan kulit, dan diserap oleh folikel rambut dan kelenjar keringat. Beberapa di antaranya akan bersirkulasi dalam plasma yang kemudian masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam.
"Polusi yang masuk ini kemudian menghasilkan radikal bebas yang akan menurunkan kemampuan antioksidan kulit baik secara enzimatik maupun non-enzimatik. Barier kulit yang rusak ini bakal menyebabkan hilangnya air dalam jumlah banyak pada kulit. Kulit akan relatif lebih kering serta mudah mengalami peradangan dan menimbulkan keluhan gatal,” beber dr. Amelia.
Baca Juga: 5 Makanan yang Bikin Cepat Lapar, Awas Obesitas!
![Gen Z Rentan Alami Serangan Gatal pada Kulit Akibat Cuaca dan Polusi Ekstrem, Jangan Anggap Sepele!]()
Klinik spesialis kulit dankelamin Pramudia bersama tim pakarnya gelar edukasi tentang waspada serangan gatal. Foto/Istimewa
Maka, hal yang penting diperhatikan adalah pencegahan terhadap kulit gatal.
“Kerusakan kulit seperti gatal ini dapat dicegah dengan melakukan perawatan rutin pada kulit, di antaranya dengan rutin membersihkan kulit minimal 2 kali sehari menggunakan sabun yang lembut, memakai moisturizer dan tabir surya, serta jika perlu mengonsumsi suplemen yang sesuai dengan jenis dan tipe kulit penderita," terang dr Amelia.
"Minum air putih akan membantu memberikan kelembaban terhadap kulit yang kering. Selain itu, mengurangi paparan polusi dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker juga tidak kalah penting,” tambahnya.
Kulit yang merupakan organ terluas dan terluar dari tubuh adalah penghubung terbesar ke dunia luar kulit. Polusi dapat masuk ke kulit melalui penumpukan partikel polusi di permukaan kulit, dan diserap oleh folikel rambut dan kelenjar keringat. Beberapa di antaranya akan bersirkulasi dalam plasma yang kemudian masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam.
"Polusi yang masuk ini kemudian menghasilkan radikal bebas yang akan menurunkan kemampuan antioksidan kulit baik secara enzimatik maupun non-enzimatik. Barier kulit yang rusak ini bakal menyebabkan hilangnya air dalam jumlah banyak pada kulit. Kulit akan relatif lebih kering serta mudah mengalami peradangan dan menimbulkan keluhan gatal,” beber dr. Amelia.
Baca Juga: 5 Makanan yang Bikin Cepat Lapar, Awas Obesitas!

Klinik spesialis kulit dankelamin Pramudia bersama tim pakarnya gelar edukasi tentang waspada serangan gatal. Foto/Istimewa
Maka, hal yang penting diperhatikan adalah pencegahan terhadap kulit gatal.
“Kerusakan kulit seperti gatal ini dapat dicegah dengan melakukan perawatan rutin pada kulit, di antaranya dengan rutin membersihkan kulit minimal 2 kali sehari menggunakan sabun yang lembut, memakai moisturizer dan tabir surya, serta jika perlu mengonsumsi suplemen yang sesuai dengan jenis dan tipe kulit penderita," terang dr Amelia.
"Minum air putih akan membantu memberikan kelembaban terhadap kulit yang kering. Selain itu, mengurangi paparan polusi dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker juga tidak kalah penting,” tambahnya.
Lihat Juga :