CERMIN: Aktivis Kulit Hitam, Komunis, dan Gay Flamboyan Bernama Bayard Rustin

Jum'at, 24 November 2023 - 14:07 WIB
loading...
A A A
Di atas kertas rasanya mustahil dan memang hanya bisa dicapai jika digerakkan oleh kesamaan visi atas persamaan hak yang sudah diperjuangkan puluhan tahun. Masyarakat kulit hitam sudah muak dengan pemisahan kursi di bus, pemisahan toilet, tak adanya hak pilih, dan banyak lagi ketidakadilan yang sengaja dipelihara oleh penguasa selama bertahun-tahun.

Oleh karena itu Bayard Rustin mencoba menggerakkan hati begitu banyak orang untuk percaya pada misi mustahil ini. Seperti yang sudah selalu bisa diduga, akan lebih banyak orang tidak percaya dengan misi seperti ini.

Akan lebih banyak orang yang mencoba menggugurkannya sebelum berbuah, akan ada yang lebih banyak mendorongnya tak berbekas sebelum menampakkan sesuatu. Tapi Bayard percaya.

Lalu di belakangnya ada Martin Luther King. Yang menarik bahkan sebelum era media sosial mewabah seperti sekarang, akan ada fitnah menggelikan yang menggoreng preferensi seksual Bayard dan menggosipkannya punya hubungan istimewa dengan Martin.

CERMIN: Aktivis Kulit Hitam, Komunis, dan Gay Flamboyan Bernama Bayard Rustin

Foto: Netflix

Selama mempersiapkan pawai damai tersebut, Bayard dikepung prasangka yang datang dari segala penjuru, terutama ironisnya justru dari beberapa pemimpin hak sipil. Namun Bayard menegaskannya dengan gagah dan seakan mengonfirmasi preferensi seksualnya yang memang tak pernah membuatnya malu. “Pada hari saya dilahirkan berkulit hitam, saya juga terlahir homoseksual. Mereka percaya pada kebebasan atau keadilan bagi semua orang atau tidak”.

Dikutip dari The Guardian, Bayard Rustin lahir di West Chester, Pennsylvania, pada 1912. Ia adalah pendukung setia protes damai, sebagian karena pendidikan Quaker-nya, dan membantu memperkenalkan konsep perlawanan tanpa kekerasan ala Gandhi.

Ia juga penasihat utama Martin Luther King selama boikot bus Montgomery dan salah satu penyelenggara Konferensi Kepemimpinan Kristen Selatan. Sebagai seorang gay, Bayard terpaksa hidup dengan batasan dan prasangka saat itu, termasuk pemukulan dan penangkapan.

Pada 1953 ia menghabiskan 50 hari di penjara dan terdaftar sebagai pelanggar seks setelah ditemukan berhubungan seks di mobil yang diparkir di Pasadena, California (kelak ia diampuni secara anumerta).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Mama Sinta Laporkan...
Mama Sinta Laporkan Dandhy Laksono soal Film Pesta Babi, Polisi Lakukan Pendalaman
Rekomendasi
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Berita Terkini
Pratama Arhan Gandeng...
Pratama Arhan Gandeng Inka di Pernikahan Jennifer Coppen, Azizah Salsha Hadir Sendiri
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Syarat Ruben Onsu Bisa Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Sukses Bangun Personal...
Sukses Bangun Personal Branding, Kreator M. Ridho Bagikan Strategi Konten Visual Estetik
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
Siap-Siap Merinding!...
Siap-Siap Merinding! Kisah Perumahan Horor Legendaris Laddaland Resmi Diadaptasi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved