Dianggap Efektif Turunkan Angka Kejadian DBD, Begini Pola Penyebaran Nyamuk Wolbachia
Minggu, 26 November 2023 - 03:12 WIB
loading...
A
A
A
“Ember ini sudah diberi lubang sehingga setelah satu dua minggu telur itu berkembang jadi nyamuk dewasa. Setiap dua minggu sekali ember ini kita ganti telur, pakan, dan airnya,” terang Prof Uut dalam webinar baru-baru ini.
Prof Uut menambahkan, nyamuk berwolbachia yang sudah dewasa nantinya akan kawin dengan nyamuk pembawa virus aedes aegypti. Anak dari hasil perkawinan nyamuk ini akan mengandung bakteri wolbachia.
Lebih lanjut Prof Uut mengatakan, untuk penempatan embernya sendiri, tidak di setiap rumah, melainkan tiap radius 75 meter. Dalam berjalannya waktu 6 bulan setelah nyamuk wolbachia berwolbachia, peletakan ember ini akan dihentikan.
“Jadi hampir seluruh nyamuk di populasi alami akan memiliki wolbachia. Itu yang dilakukan di Jogja dan kota lain yang menjadi pilot implementasi nyamuk wolbachia,” pungkasnya.
Prof Uut menambahkan, nyamuk berwolbachia yang sudah dewasa nantinya akan kawin dengan nyamuk pembawa virus aedes aegypti. Anak dari hasil perkawinan nyamuk ini akan mengandung bakteri wolbachia.
Lebih lanjut Prof Uut mengatakan, untuk penempatan embernya sendiri, tidak di setiap rumah, melainkan tiap radius 75 meter. Dalam berjalannya waktu 6 bulan setelah nyamuk wolbachia berwolbachia, peletakan ember ini akan dihentikan.
“Jadi hampir seluruh nyamuk di populasi alami akan memiliki wolbachia. Itu yang dilakukan di Jogja dan kota lain yang menjadi pilot implementasi nyamuk wolbachia,” pungkasnya.
(tsa)
Lihat Juga :