Pemberian MPASI Fortifikasi Cegah Terjadinya Defiensi Zat Besi pada Bayi

Rabu, 13 Desember 2023 - 20:02 WIB
loading...
Pemberian MPASI Fortifikasi...
Sebanyak 97% kebutuhan zat besi pada bayi dapat dipenuhi dari MPASI. Foto Ilustrasi/iStock
A A A
JAKARTA - Zat besi merupakan salah satu nutrisi penting untuk perkembangan otak janin, bayi, dan anak. Kekurangan atau defisiensi zat besi dapat mengakibatkan gangguan perkembangan psikomotor dan fungsi kognitif, khususnya pada fokus dan daya ingat si kecil.

Dokter Spesialis Anak dan Ahli Nutrisi DR. Dr. Lanny Christine Gultom, SpA(K) menerangkan, saat di dalam kandungan, bayi mendapatkan asupan zat besi dari sang ibu. Asupan ini akan terus berlangsung hingga 4-6 bulan pertama setelah bayi lahir melalui proses menyusui ASI.

Ketika bayi mencapai usia 4-6 bulan, cadangan zat besi mulai habis, sementara kebutuhan akan zat besi semakin meningkat.

"Hal ini bisa menyebabkan bayi lebih rentan mengalami defisiensi besi," ujar Dr. Lanny.

Defiensi besi yang tak tertangani bakal mengakibatkan anemia defisiensi besi (ADB). ADB sendiri merupakan kondisi di mana kadar hemoglobin menjadi rendah akibat kekurangan zat besi di dalam tubuh.

Menurut Dr. Lanny, ADB pada bayi tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan didahului oleh dua tahapan kondisi sebelumnya. Pertama adalah deplesi besi atau berkurangnya cadangan zat besi, namun kadar hemoglobin masih normal. Lalu yang kedua defisiensi besi, di mana kadar hemoglobin sudah menurun.

"Bayi yang mengalami deplesi besi dan tidak ditangani dengan baik bakal mengalami defisiensi besi. Jika kondisi defisiensi besi tidak juga ditangani segera, maka bayi akan mengalami ADB," terang Dr. Lanny.

Dr. Lanny menambahkan, kebutuhan zat besi pada bayi berusia 6-11 bulan adalah 11 mg/hari, di mana 97% dari kebutuhan ini harus dipenuhi dari MPASI.

MPASI untuk si kecil dapat dibuat sendiri oleh ibu di rumah, atau dengan mengonsumsi MPASI fortifikasi kemasan yang dijual di pasaran (komersial).

Di Indonesia, terang Dr. Lanny, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) selalu mengawasi dengan ketat produk MPASI komersial, termasuk MPASI fortifikasi. Kandungan nutrisi dalam MPASI fortifikasi tak cuma harus mengikuti peraturan BPOM, namun juga sesuai dengan Codex Alimentarius yang diinisiasi oleh FAO/WHO (Food and Agriculture Organization of the United
Nations/World Health Organization), serta diperkaya dengan zat gizi tertentu seperti besi, yodium, seng, dan vitamin D.

"Hal ini untuk memastikan asupan zat gizi yang adekuat sehingga anak dapat bertumbuh kembang secara optimal," ujar Dr. Lanny.

Terkait keunggulan MPASI fortifikasi, penelitian Irawan R, dkk di Indonesia menunjukkan bahwa bayi berusia 6-24 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan serta mengonsumsi MPASI rumahan, mempunyai kadar hemoglobin dan zat besi lebih rendah, serta risiko yang lebih tinggi untuk mengalami stunted (perawakan pendek) dan wasted (gizi kurang) dibandingkan bayi yang mengonsumsi MPASI fortifikasi kemasan.

Selain itu, penelitian Csolle I, dkk juga menunjukkan bahwa pemberian MPASI fortifikasi pada bayi dapat mengurangi risiko anemia sebesar 43%.

"MPASI fortifikasi kemasan bisa menjadi alternatif untuk digunakan secara tunggal atau dikombinasi dengan MPASI rumahan agar memastikan asupan zat gizi makro dan mikro yang adekuat pada bayi," kata Dr. Lanny.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Cocok untuk MPASI, Ini...
Cocok untuk MPASI, Ini Resep Omurice dan Krim Jamur dengan Nutrisi Seimbang
Bolehkah Bayi Konsumsi...
Bolehkah Bayi Konsumsi Daging Kurban? Ini Panduan MPASI dari Dokter Anak
Yummy Bites dan Foodbank...
Yummy Bites dan Foodbank of Indonesia Bersinergi Salurkan MPASI Lewat Posyandu
Pemberian MPASI pada...
Pemberian MPASI pada Waktu yang Tepat Cegah Obesitas sejak Dini
Pentingnya Asupan Mikronutrien...
Pentingnya Asupan Mikronutrien untuk Dukung Perkembangan Kecerdasan si Buah Hati
Kurangi Stunting, Yayasan...
Kurangi Stunting, Yayasan Hadji Kalla Gelar Pelatihan Pembuatan MPASI
Rekomendasi
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Berita Terkini
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Kenapa Sering Sakit...
Kenapa Sering Sakit Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Penjelasan dr. Gia Pratama
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 6: Konflik Memuncak! Jaka Jual Aset Mertua, Rumah Tangga Mila di Ujung Tanduk
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
Netizen Auto Heboh!...
Netizen Auto Heboh! Nathalie Holscher dan Aripat Kompak Main 'Hitung Mundur'
Infografis
10 Paspor Terkuat di...
10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved