alexametrics

Review Film Downsizing

loading...
Review Film Downsizing
Downsizing mengisahkan tentang dunia orang-orang kecil yang ingin lepas dari peliknya permasalahan di dunia normal yang kemudian menemukan masalah di dalamnya. (Moviehouse)
A+ A-
JAKARTA - Perkembangan dunia menyebabkan dunia kian padat. Mencari kenyamanan hidup pun seolah sulit karena manusia dituntut bekerja keras untuk menghidupi diri sendiri. Lantas apa solusinya?

Seorang ilmuwan asal Norwegia, Dr. Jørgen Asbjørnsen (Rolf Lassgård), kemudian muncul dengan ide penyusutan alias downsizing. Dia berhasil menyusutkan ukuran tikus dan kemudian dirinya bersama sang istri setelah melakukan eksperimen di sebuah laboratorium di Norwegia.

Ide ini dipandang sebagai terobosan untuk menyelesaikan peliknya masalah kepadatan penduduk dunia. Ukuran manusia, hewan, tumbuhan dan bangunan yang kecil, membuat semuanya jadi terlihat besar dan longgar. Ide ini kemudian dikembangkan dan berhasil menarik banyak orang yang ingin menyusutkan diri.

Pasangan Paul (Matt Damon) dan Audrey (Kristen Wiig) Safranek tertarik dengan ide itu setelah mereka dibelit masalah keuangan. Mereka semakin tergiur tatkala tahu bahwa dengan tabungan pas-pasan, mereka bisa hidup enak di satu koloni manusia kecil, yaitu Leisureland.

Setelah berpamitan dengan teman dan keluarga, pasangan ini kemudian pergi ke Leisureland untuk menyusutkan diri dan menjalani lembaran hidup baru. Sayang, niat ini tak berjalan mulus. Audrey memutuskan mundur dari proses ini ketika Paul sudah menyusut. Keinginan Paul untuk memulai hidup bahagia dengan sang istri pun purna sudah. Audrey kemudian menceraikan Paul dan tetap hidup di dunia orang normal.

Nasib Paul sedikit berubah setelah dia mengenal tetangganya di apartemen, Dusan (Christoph Waltz), seorang Serbia yang hobi berpesta. Di apartemen Dusan, Paul kemudian mengenal Tran Ngoc Lan (Hong Chau), seorang tukang bersih-bersih apartemen asal Vietnam yang terpaksa disusutkan karena memimpin aksi protes melawan rezim berkuasa di negara itu.

Ngoc Lan memakai kaki prostetik yang menurut Paul bermasalah dan bakal membahayakan hidupnya. Dia menawarkan membantu memperbaiki saraf kaki Ngoc Land an juga kaki prostetiknya itu. Ngoc Lan awalnya menolak. Dia menyangka Paul adalah seorang dokter dan memaksanya mengobati teman sekamarnya yang sekarat akibat kanker.

Paul kemudian ikut Ngoc Lan pulang ke apartemennya. Perjalanan itu membuat Paul tahu sisi buruk dunia yang menyusut. Tempat itu tak melulu menawarkan kebahagiaan dan kemewahan yang sempat dia kecap. Di tempat itu, ada pula permukiman kumuh yang dihuni orang-orang yang harus bekerja keras untuk hidup dan seolah dilupakan.

Hubungan Paul dan Ngoc Lan pun kian dekat. Mereka berdua kemudian ikut Dusan ke Norwegia untuk menjemput Dr. Jørgen Asbjørnsen yang hendak mengunjungi koloni pertama manusia kecil.

Di koloni itu, Paul menemukan kenyataan lain. Penghuni koloni hendak pindah ke perut bumi karena mengkhawatirkan perubahan iklim yang mengancam. Paul pun tertarik dengan ide itu.

Film science fiction jarang yang memasukkan banyak unsur komedi di dalamnya. Tapi, Downsizing sepertinya ingin memberikan kesan lain. Film ini banyak melemparkan banyolan-banyolan yang bakal membuat Anda tertawa. Terlebih dengan bahasa Inggris ala Vietnam yang dilontarkan Ngoc Lan.

Secara keseluruhan, ide film ini memang patut diacungi jempol. Alexander Payne sebagai sutradara dan penulis film ini, sepertinya ingin menyajikan sesuatu yang berbeda dari yang lain. Film ini sebenarnya cukup menghibur, tapi teras berjalan sangat lambat untuk ukuran film berdurasi 2 jam 5 menit. Jika Anda tak sabar, maka Anda mungkin ingin segera menyudahi acara nonton Anda.

Ada sejumlah adegan yang sepertinya dipaksakan di film ini. Sementara, endingnya bakal membuat Anda bertanya-tanya sendiri tentang film itu. Ending film ini sebenarnya tidak mengungkap apa-apa.
halaman ke-1 dari 2
preload video

BERITA TERKAIT

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak