Sejarah Gereja Santa Maria de Fatima, Bangunan Bergaya Tionghoa di Pecinan Jakarta
Senin, 25 Desember 2023 - 17:59 WIB
loading...
A
A
A
Bagunan gereja dibangun pada abad ke-19 dan ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 1972.
Baca Juga: 7 Tradisi Natal Aneh dan Unik di Dunia, Guatemala Gelar Ritual Pembakaran Setan
Selain digunakan sebagai tempat ibadah, bangunan ini juga dijadikan sekolah, sekaligus asrama bagi orang-orang Hoakiau (Cina Perantau) yang berada di sekitar Glodok.
Pada tahun 1953, di belilah sebidang tanah dengan luas 1 hektar untuk dijadikan kompleks gereja dan sekolah dari seorang kapitan (lurah yang berkuasa di daerah pecinan, masa itu) bermarga Tjioe, pada tahun 1954 tanah dan bangunan itu resmi menjadi milik gereja.
Pada tahun 1955, bangunan ini resmi dijadikan sebagai gereja Katolik.
Awal mula gereja
Tujuan awal dibangunnya Gereja Santa Maria adalah, saat adanya tugas pelayanan dan pewartaan dari Vikaris Apostolik Jakarta, Mgr. Adrianus Djajasapoetra SJ kepada Pater Wilhelmus Krause Van Eeden SJ.Baca Juga: 7 Tradisi Natal Aneh dan Unik di Dunia, Guatemala Gelar Ritual Pembakaran Setan
Selain digunakan sebagai tempat ibadah, bangunan ini juga dijadikan sekolah, sekaligus asrama bagi orang-orang Hoakiau (Cina Perantau) yang berada di sekitar Glodok.
Pada tahun 1953, di belilah sebidang tanah dengan luas 1 hektar untuk dijadikan kompleks gereja dan sekolah dari seorang kapitan (lurah yang berkuasa di daerah pecinan, masa itu) bermarga Tjioe, pada tahun 1954 tanah dan bangunan itu resmi menjadi milik gereja.
Pada tahun 1955, bangunan ini resmi dijadikan sebagai gereja Katolik.
(tdy)
Lihat Juga :