Studi: Obesitas Bisa Membuat Vaksin Covid-19 Tak Efektif
Selasa, 11 Agustus 2020 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
"Dokter harus sangat memperhatikan panjang jarum yang harus digunakan sehingga, jika Anda memberikan suntikan intramuskular, itu benar-benar dapat mencapai otot," jelas Dr Schaffner, seorang profesor di Vanderbilt University Medical Center di Nashville.
Pada 1985, para ilmuwan menemukan bahwa obesitas dapat melemahkan kemanjuran vaksin. Para peneliti telah menemukan bahwa kekebalan dari hepatitis B berkurang dengan cepat di antara petugas layanan kesehatan yang mengalami obesitas, hanya dalam 11 bulan setelah mengambil vaksinasi. Pengamatan serupa dilakukan pada orang gemuk yang pernah mendapat vaksin hepatitis A, influenza, rabies, dan tetanus.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah memperingatkan orang-orang yang termasuk dalam kategori BMI obesitas yakni 40 atau lebih, bahwa mereka berisiko sakit parah karena COVID-19.
Belakangan, BMI untuk risiko tinggi diturunkan menjadi 30. Berbagai penelitian yang dilakukan di seluruh dunia juga menemukan bahwa orang gemuk bisa berisiko tinggi mengalami komplikasi, bahkan kematian akibat COVID-19.
Saat perlombaan untuk menemukan vaksin yang efektif dan aman melawan virus corona baru semakin meningkat, kabar baiknya adalah bahwa 6 kandidat vaksin saat ini sedang dalam uji coba fase 3. Sementara itu, Rusia telah mengumumkan akan mendaftarkan vaksin COVID-19 pertama di dunia pada 12 Agustus.
Pada 1985, para ilmuwan menemukan bahwa obesitas dapat melemahkan kemanjuran vaksin. Para peneliti telah menemukan bahwa kekebalan dari hepatitis B berkurang dengan cepat di antara petugas layanan kesehatan yang mengalami obesitas, hanya dalam 11 bulan setelah mengambil vaksinasi. Pengamatan serupa dilakukan pada orang gemuk yang pernah mendapat vaksin hepatitis A, influenza, rabies, dan tetanus.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah memperingatkan orang-orang yang termasuk dalam kategori BMI obesitas yakni 40 atau lebih, bahwa mereka berisiko sakit parah karena COVID-19.
Belakangan, BMI untuk risiko tinggi diturunkan menjadi 30. Berbagai penelitian yang dilakukan di seluruh dunia juga menemukan bahwa orang gemuk bisa berisiko tinggi mengalami komplikasi, bahkan kematian akibat COVID-19.
Saat perlombaan untuk menemukan vaksin yang efektif dan aman melawan virus corona baru semakin meningkat, kabar baiknya adalah bahwa 6 kandidat vaksin saat ini sedang dalam uji coba fase 3. Sementara itu, Rusia telah mengumumkan akan mendaftarkan vaksin COVID-19 pertama di dunia pada 12 Agustus.
(tdy)
Lihat Juga :