Siti Atikoh Main Angklung Sambil Joget Rungkad Bareng Warga Kota Gajah Lampung
Rabu, 10 Januari 2024 - 20:50 WIB
loading...
Keseruan tercipta saat Siti Atikoh berkunjung ke Lapangan Merdeka Kotagajah, Kota Gajah, Kec. Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Rabu (10/1/2024). Foto/Tim Siti Atikoh
A
A
A
LAMPUNG - Keseruan tercipta saat Siti Atikoh berkunjung ke Lapangan Merdeka Kotagajah, Kota Gajah, Kec. Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Rabu (10/1/2024). Pasalnya, istri capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo itu berbaur dengan ribuan warga yang hadir untuk memainkan angklung bersama.
Lapangan Merdeka Kotagajah menjadi tempat dilaksanakannya Pagelaran Budaya dan Pemeran UMKM. Atikoh hadir di sana dalam rangkaian kegiatan Safari Politik ke Lampung-Palembang yang dimulai sejak kemarin.
Di momen tersebut, seorang dirigen berdiri di atas panggung sebelum angklung digerakkan. Atikoh tampak memperhatikan gerakan dirigen sebelum membunyikan angklung bernomor tiga.
Baca Juga: Siti Atikoh Akan Hadirkan Kader Pendamping Keluarga untuk Cegah KDRT
Kemudian, panitia memutar lagu “Rungkad”. Atikoh sesekali menggoyangkan angklung sembari memperhatikan perintah dirigen agar nada yang keluar berirama dengan musik. Beberapa warga lantas malah berjoget ketimbang menggoyangkan angklung. Hal itu yang memicu Atikoh juga ikut berjoget ketika musik hendak berakhir.
Ibunda Zinedine Alam Ganjar itu terlihat banyak tersenyum saat berjoget dengan didampingi beberapa ibu yang awalnya memegang angklung. Setelah lagu berakhir, Atikoh diminta panitia acara untuk naik ke panggung utama guna menerima cinderamata angklung yang sudah dibingkai.
Namun, acara tidak lantas berakhir ketika Atikoh menerima cinderamata. Sebab, eks wartawan itu malah diminta panitia acara untuk bernyanyi dengan iringan gitar.
Atikoh mengatakan, angklung menjadi alat musik berfilosofi tinggi karena baru berirama saat dimainkan bersama. Artinya, kata dia, angklung mengajarkan rakyat arti kebersamaan dengan mengedepankan toleransi agar tercipta kesempurnaan.
Baca Juga: Senam di Lampung, Siti Atikoh Jelaskan Menu Sehat dan Murah untuk Cegah Stunting
"Jadi kalau kita lihat filosofi angklung sendiri luar biasa sekali. Bagaimana kita, kalau bunyinya cuma satu not itu enggak akan muncul keindahan, tetapi dengan imperfection itu bisa menciptakan perfection dengan kita bersatu menjadi satu, bisa memahami perbedaan, toleransi, itulah kebhinekaan," kata Atikoh.
Ibu satu anak itu bersyukur seribu orang mau kompak menggerakkan angklung di Lapangan Merdeka Kotagajah agar tercipta harmoni.
"Ini juga luar biasa. Tadi kami main angklung sama-sama, hampir 1.000 orang yang mana mayoritas baru pertama kali main angklung, tetapi ternyata tercipta harmoni," pungkasnya.
Lapangan Merdeka Kotagajah menjadi tempat dilaksanakannya Pagelaran Budaya dan Pemeran UMKM. Atikoh hadir di sana dalam rangkaian kegiatan Safari Politik ke Lampung-Palembang yang dimulai sejak kemarin.
Di momen tersebut, seorang dirigen berdiri di atas panggung sebelum angklung digerakkan. Atikoh tampak memperhatikan gerakan dirigen sebelum membunyikan angklung bernomor tiga.
Baca Juga: Siti Atikoh Akan Hadirkan Kader Pendamping Keluarga untuk Cegah KDRT
Kemudian, panitia memutar lagu “Rungkad”. Atikoh sesekali menggoyangkan angklung sembari memperhatikan perintah dirigen agar nada yang keluar berirama dengan musik. Beberapa warga lantas malah berjoget ketimbang menggoyangkan angklung. Hal itu yang memicu Atikoh juga ikut berjoget ketika musik hendak berakhir.
Ibunda Zinedine Alam Ganjar itu terlihat banyak tersenyum saat berjoget dengan didampingi beberapa ibu yang awalnya memegang angklung. Setelah lagu berakhir, Atikoh diminta panitia acara untuk naik ke panggung utama guna menerima cinderamata angklung yang sudah dibingkai.
Namun, acara tidak lantas berakhir ketika Atikoh menerima cinderamata. Sebab, eks wartawan itu malah diminta panitia acara untuk bernyanyi dengan iringan gitar.
Atikoh mengatakan, angklung menjadi alat musik berfilosofi tinggi karena baru berirama saat dimainkan bersama. Artinya, kata dia, angklung mengajarkan rakyat arti kebersamaan dengan mengedepankan toleransi agar tercipta kesempurnaan.
Baca Juga: Senam di Lampung, Siti Atikoh Jelaskan Menu Sehat dan Murah untuk Cegah Stunting
"Jadi kalau kita lihat filosofi angklung sendiri luar biasa sekali. Bagaimana kita, kalau bunyinya cuma satu not itu enggak akan muncul keindahan, tetapi dengan imperfection itu bisa menciptakan perfection dengan kita bersatu menjadi satu, bisa memahami perbedaan, toleransi, itulah kebhinekaan," kata Atikoh.
Ibu satu anak itu bersyukur seribu orang mau kompak menggerakkan angklung di Lapangan Merdeka Kotagajah agar tercipta harmoni.
"Ini juga luar biasa. Tadi kami main angklung sama-sama, hampir 1.000 orang yang mana mayoritas baru pertama kali main angklung, tetapi ternyata tercipta harmoni," pungkasnya.
(tsa)
Lihat Juga :