ASI Eksklusif Bikin Anak Lebih Kuat Melawan Virus Pneumonia, Begini Penjelasan Ahli

Kamis, 11 Januari 2024 - 19:31 WIB
loading...
ASI Eksklusif Bikin...
ASI Eksklusif dinilai bisa membuat anak lebih kuat melawan virus pneumonia. Foto/ themamanurse
A A A
JAKARTA - Kasus mycoplasma pneumonia dari China sempat menghebohkan publik. Pasalnya, penyakit ini cenderung menyerang anak-anak.

Di Indonesia, kasus mycoplasma pneumonia sudah terdeteksi. Ramainya kasus mycoplasma pneumonia ini sontak membuat orangtua khawatir.

Baca Juga: 10 Penyakit yang Dapat Disembuhkan dengan Daun Sirih, dari Sembelit hingga Sakit Kepala

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) mengungkapkan bahwa anak yang mendapatkan ASI eksklusif ketika bayi cenderung memiliki kekebalan tubuh yang lebih untuk melawan virus penyebab pneumonia.

“Ketika tidak memberikan ASI eksklusif maka meningkatkan risiko pneumonia dibandingkan dengan anak yang mendapatkan ASI eksklusif. Jadi menyusui secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan akan menurunkan sampai 20% untuk kemungkinan pneumonia,” kata dr. Nastiti Kaswandani dalam Seminar Media mengenai Pneumonia pada Anak, Kamis (11/1/2024).

Dr. Nastiti Kaswandani menjelaskan semakin muda usia anak, semakin tinggi kemungkinan anak terkena pneumonia apabila tertular. Hal ini disebabkan anak yang masih bayi atau balita belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat sehingga rentan tertular virus atau berbagai penyakit lainnya.

Tak hanya pneumonia, ASI juga dapat melindungi anak dari berbagai infeksi penyakit lainnya. Bahkan sudah banyak sekali para ahli yang meneliti kandungan asi yang ternyata di dalam asi memiliki berbagai zat yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh secara alami.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspada Hantavirus,...
Waspada Hantavirus, Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Lingkungan Terbuka Lebih Aman dari Penularan Hantavirus
Kemenkes Pastikan Dua...
Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif dan Sembuh
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Indonesia Punya Peluang Cegah Virus Hanta, Begini Caranya
Waspada Virus Hanta,...
Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Waspadai Penyebaran Hantavirus Andes
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Rekomendasi
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Berita Terkini
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved