Perjalanan Indonesia Menuju Nol Kematian Akibat Dengue 2030
Jum'at, 12 Januari 2024 - 01:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain memperkuat pengumpulan dan validasi data persebaran dengue di Indonesia, diperlukan juga intervensi inovasi guna menurunkan angka kejadian dengue.
“Seperti yang kita ketahui, sampai saat ini, belum ada obat yang spefisik untuk menyembuhkan dengue. Oleh karena itu, Takeda berkomitmen untuk memerangi dengue dengan membuka akses yang luas terhadap inovasi pencegahan dengue. Dalam hal ini, kami turut menggandeng Bio Farma sebagai mitra, untuk bersama-sama melindungi lebih banyak masyarakat dari bahaya dengue," jelas Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht.
“Selain terkait akses, komitmen tersebut juga kami wujudkan melalui rangkaian kegiatan yang berkesinambungan bersama Kementerian Kesehatan RI dalam meningkatkan peran, serta kapasitas, baik tenaga kesehatan, komunitas, maupun masyarakat melalui kampanye kesehatan Ayo 3M Plus dan Vaksin DBD. Kami percaya bahwa penanggulangan dengue di Indonesia menjadi tanggung jawab kita semua," lanjutnya.
Baca Juga: Dianggap Efektif Turunkan Angka Kejadian DBD, Begini Pola Penyebaran Nyamuk Wolbachia
Melanjutkan pernyataan yang disampaikan oleh Andreas, Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya menyampaikan bahwa salah satu program yang mendukung pencapaian nol kematian akibat dengue 2030 adalah Program Vaksinasi DBD yang diluncurkan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada tanggal 12 November 2023.
"Kami sangat antusias menjalankan program yang bersejarah ini, di mana ini merupakan pertama kalinya program vaksinasi untuk DBD dilakukan di Indonesia, dan sebanyak lebih dari 19.000 dosis kami alokasikan untuk Kalimantan Timur. Kami melihat ini adalah sebuah momentum bagi Indonesia untuk menurunkan angka kasus DBD dan mendekati tujuan nol kematian akibat dengue di tahun 2030," papar Shadiq.
“Seperti yang kita ketahui, sampai saat ini, belum ada obat yang spefisik untuk menyembuhkan dengue. Oleh karena itu, Takeda berkomitmen untuk memerangi dengue dengan membuka akses yang luas terhadap inovasi pencegahan dengue. Dalam hal ini, kami turut menggandeng Bio Farma sebagai mitra, untuk bersama-sama melindungi lebih banyak masyarakat dari bahaya dengue," jelas Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht.
“Selain terkait akses, komitmen tersebut juga kami wujudkan melalui rangkaian kegiatan yang berkesinambungan bersama Kementerian Kesehatan RI dalam meningkatkan peran, serta kapasitas, baik tenaga kesehatan, komunitas, maupun masyarakat melalui kampanye kesehatan Ayo 3M Plus dan Vaksin DBD. Kami percaya bahwa penanggulangan dengue di Indonesia menjadi tanggung jawab kita semua," lanjutnya.
Baca Juga: Dianggap Efektif Turunkan Angka Kejadian DBD, Begini Pola Penyebaran Nyamuk Wolbachia
Melanjutkan pernyataan yang disampaikan oleh Andreas, Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya menyampaikan bahwa salah satu program yang mendukung pencapaian nol kematian akibat dengue 2030 adalah Program Vaksinasi DBD yang diluncurkan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada tanggal 12 November 2023.
"Kami sangat antusias menjalankan program yang bersejarah ini, di mana ini merupakan pertama kalinya program vaksinasi untuk DBD dilakukan di Indonesia, dan sebanyak lebih dari 19.000 dosis kami alokasikan untuk Kalimantan Timur. Kami melihat ini adalah sebuah momentum bagi Indonesia untuk menurunkan angka kasus DBD dan mendekati tujuan nol kematian akibat dengue di tahun 2030," papar Shadiq.
Lihat Juga :