Film '13 Bom di Jakarta' Angkat Kisah Nyata Terorisme yang Libatkan Crypto Exchange
Sabtu, 13 Januari 2024 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
Oscar Darmawan juga mengungkapkan, ide pembuatan film ini berawal dari diskusinya bersama Angga Sasongko selaku sutradara film 13 Bom di Jakarta pada 2022.
“Mas Angga pernah mendengar kisah terorisme bermotif ekonomi yang melibatkan Bitcoin ini. Kemudian beliau meminta izin untuk mengangkat kisah tersebut untuk diceritakan kepada publik, tapi tentunya dengan didramatisasi. Akhirnya setelah INDODAX berdiskusi secara internal, kita sepakat untuk berkolaborasi membuat film mengenai bagaimana INDODAX membantu negara dalam mengungkap salah satu kasus terorisme di masyarakat. Lalu lahirlah film 13 Bom di Jakarta ini,” papar Oscar Darmawan.
Film ini diperankan oleh Chicco Kurniawan dan Ardhito Pramono yang masing-masing memerankan tokoh Oscar Darmawan dan William Sutanto. Mereka pendiri INDODAX yang tanpa diduga terlibat dalam kasus terorisme yang diprakarsai oleh seorang mantan militer bernama Arok. Arok meminta uang tebusan dalam bentuk Bitcoin melalui platform INDODAX dengan ancaman meledakkan 13 bom yang tersebar di Jakarta satu per satu jika permintaan tidak terpenuhi.
Film 13 Bom di Jakarta merupakan salah satu wujud nyata dari INDODAX untuk ikut mengembangkan industri kreatif melalui film. INDODAX sendiri rutin mengadakan festival film pendek setiap tahun untuk menggali potensi dan menjadi wadah bagi sineas muda berkreasi dengan maksimal. Festival film pendek ini dinamakan INDODAX Short Film Festival (ISFF).
ISFF sudah digelar sejak lima tahun lalu. Tahun ini adalah tahun keenam ISFF diselenggarakan.
“Mas Angga pernah mendengar kisah terorisme bermotif ekonomi yang melibatkan Bitcoin ini. Kemudian beliau meminta izin untuk mengangkat kisah tersebut untuk diceritakan kepada publik, tapi tentunya dengan didramatisasi. Akhirnya setelah INDODAX berdiskusi secara internal, kita sepakat untuk berkolaborasi membuat film mengenai bagaimana INDODAX membantu negara dalam mengungkap salah satu kasus terorisme di masyarakat. Lalu lahirlah film 13 Bom di Jakarta ini,” papar Oscar Darmawan.
Film ini diperankan oleh Chicco Kurniawan dan Ardhito Pramono yang masing-masing memerankan tokoh Oscar Darmawan dan William Sutanto. Mereka pendiri INDODAX yang tanpa diduga terlibat dalam kasus terorisme yang diprakarsai oleh seorang mantan militer bernama Arok. Arok meminta uang tebusan dalam bentuk Bitcoin melalui platform INDODAX dengan ancaman meledakkan 13 bom yang tersebar di Jakarta satu per satu jika permintaan tidak terpenuhi.
Film 13 Bom di Jakarta merupakan salah satu wujud nyata dari INDODAX untuk ikut mengembangkan industri kreatif melalui film. INDODAX sendiri rutin mengadakan festival film pendek setiap tahun untuk menggali potensi dan menjadi wadah bagi sineas muda berkreasi dengan maksimal. Festival film pendek ini dinamakan INDODAX Short Film Festival (ISFF).
ISFF sudah digelar sejak lima tahun lalu. Tahun ini adalah tahun keenam ISFF diselenggarakan.
(tsa)
Lihat Juga :