8 Cara Cegah Tindakan Impulsif, Pas buat yang Hobi Makan dan Belanja saat Stres

Senin, 15 Januari 2024 - 15:30 WIB
loading...
8 Cara Cegah Tindakan...
Tindakan impulsive eating atau makan berlebihan hasil dari tindakan impulsif bisa dicegah dengan beberapa tindakan. Foto/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Tindakan impulsif atau tanpa pikir panjang sering terjadi kalau kita sedang stres atau perasaan dipenuhi emosi tertentu yang menonjol, mulai dari sedih, senang, marah, panik, hingga depresi.

Tindakan impulsif yang kerap dialami remaja atau anak muda biasanya adalah belanja berlebihan dengan alasan untuk "terapi kebahagiaan". Lainnya adalah makan banyak untuk menutupi stres yang dirasakan.

Jika sekali-dua kali dilakukan, hal ini mungkin tak jadi masalah. Namun jika pemicu tindakan impulsif sering datang dan kamu selalu menyelesaikannya dengan melakukan tindakan impulsif, maka ini bisa jadi kebiasaan yang membahayakan. Misalnya saja, kamu terjerat banyak utang karena selalu meladeni tindakan impulsifmu itu.

Baca Juga: 4 Penyebab Ghosting dalam Percintaan yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Nah, psikolog berlisensi Kiki Fehling, yang memiliki spesialisasi dalam hal sensitivitas emosi, gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder), kekerasan terhadap diri sendiri (self-harm), kesehatan mental, LGBT, dan bunuh diri, memberikan resepnya untuk tindakan impulsif. Ia menyebutnya dengan aksi STOP + Dialectical behavior therapy (DBT).

STOP adalah akronim dari Stop, Take a Step Back (berhenti sejenak), Observe (amati), dan Proceed Mindfully (menganalisis dengan teliti). Adapun DBT adalah medium yang dirancang untuk membantu mengurangi perilaku impulsif dan mengatasi emosi yang intens dengan lebih efektif.

Salah satu cara utamanya adalah dengan mengajarkan lusinan keterampilan mengatasi masalah (coping skill). Untuk ini, salah satu yang disarankan oleh Kiki Fehling adalah "Cope Ahead" atau kira-kira memprediksi masalah agar nantinya bisa mengatasinya jika terjadi.

Berikut ini delapan cara untuk mengurangi tindakan impulsif, seperti yang disarankan oleh psikolog Kiki Fehling mengutip dari Psychology Today. Ini hanyalah garis besarnya saja, dan ia menyarankan agar tiap individu menyesuaikannya dengan kasus masing-masing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Anak-anak Sudah Melek...
Anak-anak Sudah Melek Digital, Negara Hadir Melindungi
Pentingnya Psikologi...
Pentingnya Psikologi Pengendalian Diri dalam Dunia Trading
Rekomendasi
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Infografis
Makanan yang Baik untuk...
Makanan yang Baik untuk Kesehatan Otak dan Bisa Cegah Pikun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved