Review Film The Bricklayer, Film Mata-Mata yang Konvensional
Rabu, 17 Januari 2024 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Setelah adanya peristiwa di Thessaloniki, Yunani memaksa CIA untuk datang dan Vail ditunjuk untuk kembali aktif di CIA. Dalam peristiwa tersebut, tiga jurnalis internasional telah dibunuh dalam waktu satu bulan, yang terbaru adalah seorang reporter Jerman yang merupakan kritikus vokal terhadap aktivitas intelijen AS di seluruh dunia.
![Review Film The Bricklayer, Film Mata-Mata yang Konvensional]()
Foto:Vertical Entertainment
Pembunuhan tersebut menimbulkan anggapan bahwa ada campur tangan CIA di balik terbunuhnya jurnalis. Seorang agen muda di Markas CIA Kate Bannon (Nina Dobrev) mendapat temuan dengan mengidentifikasi Victor Radek (Clifton Collins Jr.), yang merupakan mantan agen rahasia CIA yang menjadi jahat dan sebelumnya sempat dikabarkan sudah meninggal.
Hal ini membuat bos CIA, O'Malley (Tim Blake Nelson) menunjuk dan mengirim Vail dan Kate dalam misi untuk melacak dan menangkap teman lama Vail tersebut. Ini karena ia satu-satunya yang bisa menanganinya karena pernah jadi teman dekat Radek dan keluarganya.
Secara keseluruhan, kisah mata-mata yang diceritakan dalam The Bricklayercukup konvensional alias sering ditemui dalam film bertema sama lainnya.Namun karena tempo ceritanya bergerak sangat cepat, jadi adegan-adegannya masih cukup bisa dinikmati, terutama bagi penggemar film laga.

Foto:Vertical Entertainment
Pembunuhan tersebut menimbulkan anggapan bahwa ada campur tangan CIA di balik terbunuhnya jurnalis. Seorang agen muda di Markas CIA Kate Bannon (Nina Dobrev) mendapat temuan dengan mengidentifikasi Victor Radek (Clifton Collins Jr.), yang merupakan mantan agen rahasia CIA yang menjadi jahat dan sebelumnya sempat dikabarkan sudah meninggal.
Hal ini membuat bos CIA, O'Malley (Tim Blake Nelson) menunjuk dan mengirim Vail dan Kate dalam misi untuk melacak dan menangkap teman lama Vail tersebut. Ini karena ia satu-satunya yang bisa menanganinya karena pernah jadi teman dekat Radek dan keluarganya.
Secara keseluruhan, kisah mata-mata yang diceritakan dalam The Bricklayercukup konvensional alias sering ditemui dalam film bertema sama lainnya.Namun karena tempo ceritanya bergerak sangat cepat, jadi adegan-adegannya masih cukup bisa dinikmati, terutama bagi penggemar film laga.
Lihat Juga :