Inovasi Perawatan Kulit Effaclar Duo+M dengan Phylobioma Targetkan Penyebab Utama Jerawat
Kamis, 18 Januari 2024 - 17:17 WIB
loading...
Dr. dr. Fitria Agustina, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV dalam acara peluncuran Effaclar Duo+M dengan microbiome science dan Phylobioma di Jakarta belum lama ini. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Jerawat merupakan masalah kulit yang paling banyak dialami di dunia yang memengaruhi 80% remaja dan 40% orang dewasa, serta menjadi alasan utama seseorang untuk melakukan konsultasi ke dermatolog. Jerawat memberikan dampak pada kualitas hidup dan kepercayaan diri, di mana 35,5% menghindari kegiatan sosialisasi dan 43,2% mengakui masalah jerawat memberikan dampak negatif pada hubungan dengan orang lain.
Dalam konteks ini, efikasi yang cepat dalam penanganan jerawat atau bekas jerawat menjadi prioritas utama bagi mereka yang mengalaminya.
Untuk itulah merek perawatan kulit dermatologi, La Roche Posay, memperkenalkan inovasi dalam produk Effaclar Duo+M dengan microbiome science dan Phylobioma untuk menargetkan penyebab utama jerawat. Formulasi ini memberikan pendekatan yang lebih efisien untuk hasil yang lebih cepat.
Pada 10 tahun terakhir, publikasi ilmiah berfokus pada C. Acnes secara umum, bakteri yang menyebabkan peningkatan keparahan dan penyebaran jerawat. Baru-baru ini, teknologi genomika yang baru menelusuri lebih dalam ke dalam mikrobiom kulit, ke dalam kelompok dan subtipe C. Acnes, yang disebut phylotypes.
Penemuan ilmiah terkini menunjukkan bahwa phylotypes C. Acnes IA1 sangat dominan pada kulit yang rentan terhadap jerawat dan menjadi penyebab utama ketidakseimbangan mikrobioma kulit.
Dalam konteks ini, efikasi yang cepat dalam penanganan jerawat atau bekas jerawat menjadi prioritas utama bagi mereka yang mengalaminya.
Untuk itulah merek perawatan kulit dermatologi, La Roche Posay, memperkenalkan inovasi dalam produk Effaclar Duo+M dengan microbiome science dan Phylobioma untuk menargetkan penyebab utama jerawat. Formulasi ini memberikan pendekatan yang lebih efisien untuk hasil yang lebih cepat.
Pada 10 tahun terakhir, publikasi ilmiah berfokus pada C. Acnes secara umum, bakteri yang menyebabkan peningkatan keparahan dan penyebaran jerawat. Baru-baru ini, teknologi genomika yang baru menelusuri lebih dalam ke dalam mikrobiom kulit, ke dalam kelompok dan subtipe C. Acnes, yang disebut phylotypes.
Penemuan ilmiah terkini menunjukkan bahwa phylotypes C. Acnes IA1 sangat dominan pada kulit yang rentan terhadap jerawat dan menjadi penyebab utama ketidakseimbangan mikrobioma kulit.
Lihat Juga :