Awas! Stres Bisa Sebabkan Diabetes, Begini Uraian Pakar Kesehatan
Senin, 22 Januari 2024 - 08:50 WIB
loading...
Stres merupakan reaksi tubuh saat menghadapi tekanan maupun ancaman. Kondisi tersebut ternyata bisa memicu diabetes. Foto Ilustrasi/iStock
A
A
A
SURABAYA - Setiap orang pasti mengalami stres yang disebabkan pekerjaan menumpuk, tugas-tugas dengan deadline, atau adanya masalah keuangan. Stres merupakan reaksi tubuh saat menghadapi tekanan maupun ancaman.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya Ira Purnamasari menjelaskan, saat seseorang menghadapi stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin.
“Kondisi ini menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, frekuensi pernapasan lebih cepat, dan tekanan darah meningkat. Stres berlebihan dapat menyebabkan seseorang kesulitan dalam tidur (insomnia), sakit kepala, gelisah, cemas berlebihan, dan tidak dapat berpikir dengan tenang. Jika stres tidak segera diatasi, maka akan mengakibatkan respon negatif pada tubuh,” ujarnya.
Baca Juga: Apakah Nasi Menyebabkan Gula Darah Naik? Ini Faktanya
Dia menyebut, diabates dapat dipicu oleh stres berlebihan. Respons tubuh saat stres adalah mengeluarkan hormon adrenalin secara berlebihan, yang dapat mengubah cadangan glikogen dalam hati menjadi glukosa. Glukosa akan menuju aliran darah sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah.
“Dalam kondisi stres, biasanya seseorang akan lebih sering makan, karena hormon kortisol dapat meningkatkan keinginan seseorang untuk mengonsumsi makanan. Hal ini menyebabkan seseorang terkena diabetes akibat kurangnya kemampuan dalam mengontrol diri,” terangnya.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya Ira Purnamasari menjelaskan, saat seseorang menghadapi stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin.
“Kondisi ini menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, frekuensi pernapasan lebih cepat, dan tekanan darah meningkat. Stres berlebihan dapat menyebabkan seseorang kesulitan dalam tidur (insomnia), sakit kepala, gelisah, cemas berlebihan, dan tidak dapat berpikir dengan tenang. Jika stres tidak segera diatasi, maka akan mengakibatkan respon negatif pada tubuh,” ujarnya.
Baca Juga: Apakah Nasi Menyebabkan Gula Darah Naik? Ini Faktanya
Dia menyebut, diabates dapat dipicu oleh stres berlebihan. Respons tubuh saat stres adalah mengeluarkan hormon adrenalin secara berlebihan, yang dapat mengubah cadangan glikogen dalam hati menjadi glukosa. Glukosa akan menuju aliran darah sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah.
“Dalam kondisi stres, biasanya seseorang akan lebih sering makan, karena hormon kortisol dapat meningkatkan keinginan seseorang untuk mengonsumsi makanan. Hal ini menyebabkan seseorang terkena diabetes akibat kurangnya kemampuan dalam mengontrol diri,” terangnya.
Lihat Juga :