5 Fakta Baju Ramah Lingkungan Ganjar-Mahfud di Debat Pilpres ke-4
Senin, 22 Januari 2024 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Proses pembuatannya menggunakan teknik tumpang tari tanpa menggunakan bahan kimia apa pun.
"Kapas diproduksi menjadi benang dan ditenun secara manual menjadi sehelai kain. Pewarna menggunakan pewarna alami dari tanaman bukan bahan kimia, sehingga menghindari penggunaan 2,5 juta liter bahan kimia,” kata Mahfud MD.
Sementara untuk bahan kancing yang digunakan pada baju tersebut diproduksi di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Ini menggambarkan semangat dan kerja keras mereka untuk penghidupan yang lebih baik untuk keluarganya," ungkap Mahfud MD.
Baca Juga: Ramah Lingkungan, Baju yang Dipakai Ganjar-Mahfud usai Debat Cawapres Bermakna Harapan Perempuan Indonesia
"Kapas diproduksi menjadi benang dan ditenun secara manual menjadi sehelai kain. Pewarna menggunakan pewarna alami dari tanaman bukan bahan kimia, sehingga menghindari penggunaan 2,5 juta liter bahan kimia,” kata Mahfud MD.
Sementara untuk bahan kancing yang digunakan pada baju tersebut diproduksi di Makassar, Sulawesi Selatan.
3. Proses Penjahitan Dikerjakan Ibu-Ibu Bali
Fakta lain dari baju tersebut adalah kain yang dipakai sebagai material busana dijahit oleh ibu-ibu di Desa Badung, Bali."Ini menggambarkan semangat dan kerja keras mereka untuk penghidupan yang lebih baik untuk keluarganya," ungkap Mahfud MD.
Baca Juga: Ramah Lingkungan, Baju yang Dipakai Ganjar-Mahfud usai Debat Cawapres Bermakna Harapan Perempuan Indonesia
4. Lama Waktu Pembuatan
Tidak sebentar, baju yang dipakai Ganjar-Mahfud ini ternyata memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai bisa dikenakan.Lihat Juga :