Protein Nabati Bikin Wanita Terhindar Penyakit Kronis saat Lansia
Selasa, 23 Januari 2024 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Para wanita yang mengikuti penelitian ini berusia antara 38 dan 59 tahun dan semuanya dianggap dalam kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik pada awalnya.
Tim peneliti mengevaluasi survei yang melacak pola makan partisipan, dan kemudian membandingkan informasi tersebut dengan perkembangan penyakit kronis wanita secara keseluruhan atau hilangnya fungsi fisik atau kesehatan mental.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para peneliti menemukan lebih sedikit penyakit jantung, kanker dan diabetes pada wanita yang memasukkan lebih banyak protein dalam makanan mereka dari sumber-sumber seperti buah-buahan, sayuran, roti, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan pasta.
Wanita yang mengonsumsi lebih banyak protein nabati juga mengalami lebih sedikit penurunan kesehatan kognitif dan mental, kata para peneliti.
Namun, wanita yang mengonsumsi lebih banyak protein hewani memiliki kemungkinan 6% lebih kecil untuk tetap sehat seiring bertambahnya usia, menurut data.
“Mereka yang mengonsumsi lebih banyak protein hewani cenderung memiliki lebih banyak penyakit kronis dan tidak berhasil memperoleh peningkatan fungsi fisik yang biasanya kita kaitkan dengan mengonsumsi protein,” kata Ardisson Korat.
Protein hewani sedikit terkait dengan keterbatasan fisik yang lebih sedikit pada usia lanjut, namun protein nabati memiliki hubungan yang lebih kuat dan lebih konsisten dengan kesehatan fisik dan mental yang berkelanjutan di kemudian hari, kata para peneliti.
Tim peneliti mengevaluasi survei yang melacak pola makan partisipan, dan kemudian membandingkan informasi tersebut dengan perkembangan penyakit kronis wanita secara keseluruhan atau hilangnya fungsi fisik atau kesehatan mental.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para peneliti menemukan lebih sedikit penyakit jantung, kanker dan diabetes pada wanita yang memasukkan lebih banyak protein dalam makanan mereka dari sumber-sumber seperti buah-buahan, sayuran, roti, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan pasta.
Wanita yang mengonsumsi lebih banyak protein nabati juga mengalami lebih sedikit penurunan kesehatan kognitif dan mental, kata para peneliti.
Namun, wanita yang mengonsumsi lebih banyak protein hewani memiliki kemungkinan 6% lebih kecil untuk tetap sehat seiring bertambahnya usia, menurut data.
“Mereka yang mengonsumsi lebih banyak protein hewani cenderung memiliki lebih banyak penyakit kronis dan tidak berhasil memperoleh peningkatan fungsi fisik yang biasanya kita kaitkan dengan mengonsumsi protein,” kata Ardisson Korat.
Protein hewani sedikit terkait dengan keterbatasan fisik yang lebih sedikit pada usia lanjut, namun protein nabati memiliki hubungan yang lebih kuat dan lebih konsisten dengan kesehatan fisik dan mental yang berkelanjutan di kemudian hari, kata para peneliti.
Lihat Juga :