Review Film Sound of Freedom: Sleeper Hit Penyelamatan Korban Pedofil
Rabu, 24 Januari 2024 - 16:27 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2013, tugasnya tersebut bersinggungan dengan kasus penculikan dua anak Roberto Aguilar (Jos Zuniga), yaitu Rocio (Cristal Aparicio) dan Miguel (Lucas Ávila) di Honduras. Keduanya diculik oleh mantan putri kecantikan bernama Giselle (Yessica Borroto) dengan iming-iming menjadi penyanyi dan model
Untungnya, hasil penelusuran membuat Tim berhasil menemukan Miguel, sekaligus menangkap pedofil yang membelinya, di perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat. Namun Rocio ternyata sudah dibawa hingga ke Kolombia.
Dari sini, Sound of Freedom fokus pada perjalanan Tim mencari Rocio. Ia sampai berkonflik dengan atasan, bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk dengan mantan anggota kartel.
![Review Film Sound of Freedom: Sleeper Hit Penyelamatan Korban Pedofil]()
Foto: Angel Studios
Secara genre, film ini tampil sebagai film laga tentang aksi thriller mencari dan menyelamatkan Rocio. Ada banyak momen-momen menegangkan, tapi banyak juga rasa duka, takut, dan geram, setiap kali anak-anak korban penculikan berpindah tangan ke para pedofil.
Campuran rasa tegang dan takut ini sedikit banyak juga karena aksi nekat Tim dalam mencari Rocio, bahkan sampai ke titik ekstrem. Penonton mungkin akan sulit percaya, tapi sutradara Alejandro Monteverde yang menulis skenarionya bersama Rod Barr juga membekali penonton dengan pemahaman, bahwa Tim adalah orang yang religius, tanpa harus menunjukkan simbol-simbol agama secara eksplisit.
Penonton hanya perlu mendengar Tim berkata bahwa "anak-anak Tuhan tidak untuk dijual", maka kita akan mengerti mengapa ia melakukan segala tindakan ekstrem tersebut. Ia hanya berusaha menjalankan ajaran agamanya.
Untungnya, hasil penelusuran membuat Tim berhasil menemukan Miguel, sekaligus menangkap pedofil yang membelinya, di perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat. Namun Rocio ternyata sudah dibawa hingga ke Kolombia.
Dari sini, Sound of Freedom fokus pada perjalanan Tim mencari Rocio. Ia sampai berkonflik dengan atasan, bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk dengan mantan anggota kartel.

Foto: Angel Studios
Secara genre, film ini tampil sebagai film laga tentang aksi thriller mencari dan menyelamatkan Rocio. Ada banyak momen-momen menegangkan, tapi banyak juga rasa duka, takut, dan geram, setiap kali anak-anak korban penculikan berpindah tangan ke para pedofil.
Campuran rasa tegang dan takut ini sedikit banyak juga karena aksi nekat Tim dalam mencari Rocio, bahkan sampai ke titik ekstrem. Penonton mungkin akan sulit percaya, tapi sutradara Alejandro Monteverde yang menulis skenarionya bersama Rod Barr juga membekali penonton dengan pemahaman, bahwa Tim adalah orang yang religius, tanpa harus menunjukkan simbol-simbol agama secara eksplisit.
Penonton hanya perlu mendengar Tim berkata bahwa "anak-anak Tuhan tidak untuk dijual", maka kita akan mengerti mengapa ia melakukan segala tindakan ekstrem tersebut. Ia hanya berusaha menjalankan ajaran agamanya.
Lihat Juga :