Pernah Jadi Pejuang Dua Garis Biru, Meutya Hafid Berbagi Kisah Lewat Buku Lyora
Kamis, 25 Januari 2024 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
Meutya Hafid juga menyoroti bahwa kesehatan reproduksi adalah hak asasi manusia yang harus dijamin oleh negara. Ia percaya bahwa pasangan infertil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perawatan dan dukungan dari pemerintah.
"Masalah fertilitas atau kesuburan hingga saat ini belum termasuk masalah kesehatan yang ditanggung oleh BPJS. Padahal infertilitas secara resmi telah diakui sebagai penyakit oleh WHO, dan kesehatan reproduksi merupakan hak setiap warga negara. Dengan demikian, sudah seharusnya negara seharusnya hadir untuk mendukung pengobatan infertilitas," papar mantan jurnalis yang pernah disandera di Irak itu.
Buku "LYORA: Keajaiban yang Dinanti" tidak hanya menginspirasi dan memberikan harapan bagi pasangan infertil, tetapi juga menyoroti pentingnya perubahan dalam pendekatan masyarakat dan pemerintah terhadap infertilitas.
Melalui bukunya, Meutya Hafid berharap bisa mengubah stigma dan sikap negatif yang masih sering terkait dengan masalah infertilitas. Ia ingin mendorong perubahan sosial yang lebih luas dalam pemahaman dan dukungan terhadap pasangan infertil.
Sebagai salah satu pioner bayi tabung di Indonesia, Morula IVF Indonesia saat ini telah melebarkan sayapnya dengan menambah fasilitas klinik dan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Nusa Dua dan Denpasar yang akan datang untuk mempermudah warga Bali yang ingin meraih impian untuk memiliki buah hati melalui program IVF.
"Masalah fertilitas atau kesuburan hingga saat ini belum termasuk masalah kesehatan yang ditanggung oleh BPJS. Padahal infertilitas secara resmi telah diakui sebagai penyakit oleh WHO, dan kesehatan reproduksi merupakan hak setiap warga negara. Dengan demikian, sudah seharusnya negara seharusnya hadir untuk mendukung pengobatan infertilitas," papar mantan jurnalis yang pernah disandera di Irak itu.
Buku "LYORA: Keajaiban yang Dinanti" tidak hanya menginspirasi dan memberikan harapan bagi pasangan infertil, tetapi juga menyoroti pentingnya perubahan dalam pendekatan masyarakat dan pemerintah terhadap infertilitas.
Melalui bukunya, Meutya Hafid berharap bisa mengubah stigma dan sikap negatif yang masih sering terkait dengan masalah infertilitas. Ia ingin mendorong perubahan sosial yang lebih luas dalam pemahaman dan dukungan terhadap pasangan infertil.
Sebagai salah satu pioner bayi tabung di Indonesia, Morula IVF Indonesia saat ini telah melebarkan sayapnya dengan menambah fasilitas klinik dan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Nusa Dua dan Denpasar yang akan datang untuk mempermudah warga Bali yang ingin meraih impian untuk memiliki buah hati melalui program IVF.
(tsa)
Lihat Juga :