Wisata Religi : Menelusuri Masjid-masjid Tua Jakarta Yang Sarat Sejarah
Jum'at, 01 Mei 2020 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Masjid Cut Meutia memiliki gaya arsitektur yang unik, ciri khas bangunan zaman kolonial Belanda. Masjid ini sangat ikonik di Jakarta. Biasanya kalau bulan Ramadhan selalu dijadikan tempat berbagai kegiatan, salah satunya tempat festival jazz Ramadhan.
3. Masjid Al Makmur Cikini
![Wisata Religi : Menelusuri Masjid-masjid Tua Jakarta Yang Sarat Sejarah]()
Lokasinya tepat berada di Cikini. Masjid Al-Makmur dibangun pada 1860 dan menjadi salah satu masjid tertua di Jakarta.
Dulunya, masjid Al Makmur ini merupakan sebidang tanah kosong yang luas milik Raden Saleh Syarif Bustaman atau yang dikenal dengan nama Raden Saleh. Ia seorang pribumi keturunan Jawa yang terkenal tidak hanya di Tanah Air, tetapi juga ke seluruh belahan Eropa.
Kemudian dalam beberapa tahun tanah tersebut mengalami sengketa tanah dengan pemerintah kolonial Belanda. Konon, saat itu ada pihak yang ingin mendirikan pusat perbelanjaan tidak puas dan menuntut agar masjid dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh lagi. Akibat tuntutan itu, timbul reaksi dari para tokoh Islam seperti H.O.S. Cokroaminoto (Ketua Sarekat Islam) dibantu Haji Agus Salim dan Abikusno Cokrosuyoso. Sebagai muslim sejati, tentu mereka tidak setuju jika masjid itu dipindahkan.
Akhirnya, bangunan masjid yang ada saat ini masih menyerupai bentuk aslinya itu diresmikan oleh Agus Salim dan ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Jakarta.
4. Masjid Al Anshor Tambora
![Wisata Religi : Menelusuri Masjid-masjid Tua Jakarta Yang Sarat Sejarah]()
Nama masjid ini mungkin jarang terdengar, tak sekondang masjid Jami Pekojan. Tetapi Masjid Al Anshor yang terletak di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat ini adalah masjid tertua di DKI Jakarta. Masjid ini tercatat keberadaannya sejak 1648.
Awalnya didirikan oleh dan untuk orang Moor, yaitu pedagang asal Gujarat dan Bengal, yang pada masa itu datang ke Jakarta untuk berdagang.
Meski telah dibangun sejak 1648, namun sulit untuk menentukan bagian mana dari bangunan yang masih terbilang asli. Karena setelah diperbaharui pada 1973 dan 1985, gaya lama bangunan ini agak hilang. Sampai saat ini, bangunan masjid sederhana ini masih ada dan menyatu dengan rumah-rumah di kawasan Tambora.
5. Masjid Jami Al-Atiq Kampung Melayu Besar
![Wisata Religi : Menelusuri Masjid-masjid Tua Jakarta Yang Sarat Sejarah]()
Masjid di Jalan Masjid I Kampung Melayu Besar, Jakarta Selatan ini merupakan peninggalan Maulana Hasanuddin, Sultan Banten pertama yang pusat pemerintahannya di daerah Banten Lama. Sultan Maulana Hasanuddin adalah putra Syarif Hidayatul- lah dari istrinya, Ratu Kaung Anten.
3. Masjid Al Makmur Cikini

Lokasinya tepat berada di Cikini. Masjid Al-Makmur dibangun pada 1860 dan menjadi salah satu masjid tertua di Jakarta.
Dulunya, masjid Al Makmur ini merupakan sebidang tanah kosong yang luas milik Raden Saleh Syarif Bustaman atau yang dikenal dengan nama Raden Saleh. Ia seorang pribumi keturunan Jawa yang terkenal tidak hanya di Tanah Air, tetapi juga ke seluruh belahan Eropa.
Kemudian dalam beberapa tahun tanah tersebut mengalami sengketa tanah dengan pemerintah kolonial Belanda. Konon, saat itu ada pihak yang ingin mendirikan pusat perbelanjaan tidak puas dan menuntut agar masjid dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh lagi. Akibat tuntutan itu, timbul reaksi dari para tokoh Islam seperti H.O.S. Cokroaminoto (Ketua Sarekat Islam) dibantu Haji Agus Salim dan Abikusno Cokrosuyoso. Sebagai muslim sejati, tentu mereka tidak setuju jika masjid itu dipindahkan.
Akhirnya, bangunan masjid yang ada saat ini masih menyerupai bentuk aslinya itu diresmikan oleh Agus Salim dan ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Jakarta.
4. Masjid Al Anshor Tambora

Nama masjid ini mungkin jarang terdengar, tak sekondang masjid Jami Pekojan. Tetapi Masjid Al Anshor yang terletak di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat ini adalah masjid tertua di DKI Jakarta. Masjid ini tercatat keberadaannya sejak 1648.
Awalnya didirikan oleh dan untuk orang Moor, yaitu pedagang asal Gujarat dan Bengal, yang pada masa itu datang ke Jakarta untuk berdagang.
Meski telah dibangun sejak 1648, namun sulit untuk menentukan bagian mana dari bangunan yang masih terbilang asli. Karena setelah diperbaharui pada 1973 dan 1985, gaya lama bangunan ini agak hilang. Sampai saat ini, bangunan masjid sederhana ini masih ada dan menyatu dengan rumah-rumah di kawasan Tambora.
5. Masjid Jami Al-Atiq Kampung Melayu Besar

Masjid di Jalan Masjid I Kampung Melayu Besar, Jakarta Selatan ini merupakan peninggalan Maulana Hasanuddin, Sultan Banten pertama yang pusat pemerintahannya di daerah Banten Lama. Sultan Maulana Hasanuddin adalah putra Syarif Hidayatul- lah dari istrinya, Ratu Kaung Anten.