TikTok Terancam Dilarang Putar Lagu Taylor Swift, BTS, Billie Eilish, dan Penyanyi Populer Lainnya
loading...

Pengguna TikTok sangat mungkin tak bisa lagi memakai lagu dari BTS, Taylor Swift, dan Billie Eilish. Foto/Rolling Stone
A
A
A
JAKARTA - TikTok terancam tak bisa memutar lagu-lagu dari para artis yang berada di bawah naungan Universal Music Group (UMG) per 1 Februari 2024 di platformnya.
Ini karena UMG akan menarik seluruh katalog musiknya dari TikTok ketika kontraknya dengan layanan media sosial itu berakhir pada Rabu (31/4) waktu setempat. Adapun penyanyi yang berada di bawah UMG antara lain ada Taylor Swift, BTS, Ariana Grande, The Weeknd, Billie Eilish, Justin Bieber, Lady Gaga, Lana Del Rey, Eminem, Nicki Minaj, Karol G, dan Post Malone.
Dalam surat terbuka UMG yang ditujukan kepada para artis dan penulis lagu UMG, perusahaan rekaman dan distributor musik itu menuduh TikTok mencoba membangun bisnis berbasis musik tanpa membayar para artis dengan nilai yang wajar.
Mengutip Billboard, mereka mengatakan sangat prihatin dengan tarif yang ditawarkan TikTok untuk membayar katalognya. Masalah lainnya adalah jumlah konten di TikTok yang melanggar karya artis dan penulis lagu tanpa memberikan "solusi berarti" untuk membantu mereka melawannya, tingkat kebencian dan pelecehan di platform tersebut, serta sikap TikTok terhadap kecerdasan buatan (AI).
“TikTok mengusulkan untuk membayar artis dan penulis lagu kami dengan tarif yang jauh lebih kecil dari tarif yang dibayarkan oleh platform sosial besar di lokasi serupa,” bunyi surat itu.
"Sebagai indikasi betapa kecilnya kompensasi yang diberikan TikTok kepada artis dan penulis lagu, meskipun basis penggunanya sangat besar dan terus berkembang, pendapatan iklan meningkat pesat, dan ketergantungan pada konten berbasis musik semakin meningkat, TikTok hanya menyumbang sekitar 1% dari total pendapatan kami," lanjut surat tersebut.
Masih menurut UMG, selama negosiasi, raksasa media sosial milik ByteDance ini menuntut hak kontrak yang memungkinkan konten AI secara besar-besaran mengurangi jumlah royalti bagi seniman manusia. Sementara mereka mengembangkan alat untuk mengaktifkan, mempromosikan, dan mendorong penciptaan musik dari AI.
UMG melanjutkan bahwa saat diminta solusinya atas masalah-masalah yang diungkapkan, TikTok malah menanggapinya dengan "ketidakpedulian, dan kemudian dengan intimidasi”.
“Saat negosiasi kami berlanjut, TikTok berusaha menindas kami agar menerima kesepakatan yang nilainya lebih rendah dari kesepakatan sebelumnya, jauh di bawah nilai pasar wajar dan tidak mencerminkan pertumbuhan eksponensial mereka,” tulis UMG.
Ini karena UMG akan menarik seluruh katalog musiknya dari TikTok ketika kontraknya dengan layanan media sosial itu berakhir pada Rabu (31/4) waktu setempat. Adapun penyanyi yang berada di bawah UMG antara lain ada Taylor Swift, BTS, Ariana Grande, The Weeknd, Billie Eilish, Justin Bieber, Lady Gaga, Lana Del Rey, Eminem, Nicki Minaj, Karol G, dan Post Malone.
Dalam surat terbuka UMG yang ditujukan kepada para artis dan penulis lagu UMG, perusahaan rekaman dan distributor musik itu menuduh TikTok mencoba membangun bisnis berbasis musik tanpa membayar para artis dengan nilai yang wajar.
Mengutip Billboard, mereka mengatakan sangat prihatin dengan tarif yang ditawarkan TikTok untuk membayar katalognya. Masalah lainnya adalah jumlah konten di TikTok yang melanggar karya artis dan penulis lagu tanpa memberikan "solusi berarti" untuk membantu mereka melawannya, tingkat kebencian dan pelecehan di platform tersebut, serta sikap TikTok terhadap kecerdasan buatan (AI).
“TikTok mengusulkan untuk membayar artis dan penulis lagu kami dengan tarif yang jauh lebih kecil dari tarif yang dibayarkan oleh platform sosial besar di lokasi serupa,” bunyi surat itu.
"Sebagai indikasi betapa kecilnya kompensasi yang diberikan TikTok kepada artis dan penulis lagu, meskipun basis penggunanya sangat besar dan terus berkembang, pendapatan iklan meningkat pesat, dan ketergantungan pada konten berbasis musik semakin meningkat, TikTok hanya menyumbang sekitar 1% dari total pendapatan kami," lanjut surat tersebut.
Masih menurut UMG, selama negosiasi, raksasa media sosial milik ByteDance ini menuntut hak kontrak yang memungkinkan konten AI secara besar-besaran mengurangi jumlah royalti bagi seniman manusia. Sementara mereka mengembangkan alat untuk mengaktifkan, mempromosikan, dan mendorong penciptaan musik dari AI.
UMG melanjutkan bahwa saat diminta solusinya atas masalah-masalah yang diungkapkan, TikTok malah menanggapinya dengan "ketidakpedulian, dan kemudian dengan intimidasi”.
“Saat negosiasi kami berlanjut, TikTok berusaha menindas kami agar menerima kesepakatan yang nilainya lebih rendah dari kesepakatan sebelumnya, jauh di bawah nilai pasar wajar dan tidak mencerminkan pertumbuhan eksponensial mereka,” tulis UMG.
Lihat Juga :