Mengenal Metode Penanganan Pasien Obesitas di Radjak Hospital Salemba

Kamis, 08 Februari 2024 - 05:30 WIB
loading...
Mengenal Metode Penanganan...
Obesitas merupakan salah satu penyakit yang penting untuk diatasi. Foto Ilustrasi/iStock
A A A
JAKARTA - Obesitas merupakan salah satu penyakit yang penting untuk diatasi. Penyakit ini terjadi akibat penumpukan lemak berlebih lantaran kalori yang diterima tubuh lebih banyak daripada yang dibakar.

Obesitas dapat diatasi dengan cara invasif (operasi) maupun non invasif. Seperti yang diterapkan di Radjak Hospital Salemba Center of Excellence Digestive & Obesity Center.

Spesialis bedah digestif di rumah sakit tersebut, dr. Ponco Agus Prasojo menjelaskan, dalam penanganan kasus obesitas, pihaknya selalu mengedepankan upaya penanganan non invasif.

"Saat pasien datang, pertama kali akan dirujuk oleh tim kita pada ahli penyakit dalam, sehingga bisa diketahui tingkat obesitasnya. Kita akan mengutamakan penanganan tanpa operasi," kata dr. Ponco di Radjak Hospital Salemba, Rabu (7/2/2024).
Mengenal Metode Penanganan Pasien Obesitas di Radjak Hospital Salemba

Istimewa

Penanganan awal ini juga akan menelaah terkait dampak dari obesitas, misalnya 'ngorok'.

"Setelah diketahui masalahnya, pasien akan kita rujuk pada ahli gizi klinik, sebagai lini awal perawatan. Yaitu melalui pengaturan diet yang sesuai. Kita juga akan menyediakan pengaturan oleh tubuh, yang disusun oleh tim sport medis kita. Termasuk penanganan oleh tim psikiatri untuk mengubah kebiasaan gaya hidup pasien," urainya.

Dokter Ponco mengatakan, evaluasi langkah non invasif ini biasanya dilakukan selama 1-3 bulan.

"Jika memang terlihat penurunan berat badan, maka kita akan lanjutkan proses non invasifnya. Tapi, jika setelah tiga bulan tidak ada perubahan, malah berat badan naik, barulah kita melakukan penanganan invasif," katanya lagi.

Di Radjak Hospital Salemba, lanjut dr. Ponco, ada dua penanganan invasif untuk obesitas, yakni pemasangan balon dan bedah bariatrik.

"Pemasangan balon maksudnya untuk mempersempit ruang lambung sehingga pasien akan makan lebih sedikit. Suatu saat balon ini bisa dikeluarkan jika memang pasien sudah terbiasa dengan porsi makannya," jelas dr. Ponco.

Sementara bedah bariatrik bertujuan untuk mengecilkan ruang lambung dengan cara memotong 60-70 persen ukuran lambung pasien.

"Langkah bedah bariatrik ini dilakukan jika memang pemasangan balon tidak memberikan hasil," ujarnya.

Dokter Ponco menegaskan, Radjak Hospital Salemba Center of Excellence Digestive & Obesity Center selalu mengadopsi pendekatan terintegrasi berbasis bukti untuk mencapai target perawatan pasien.

"Target kami adalah menciptakan hidup yang lebih sehat dan berkualitas dengan menggunakan sumber daya manusia kompeten dari berbagai multidisiplin ilmu dan teknologi terbaik," pungkasnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Faktor Genetik Bisa...
Faktor Genetik Bisa Sebabkan Obesitas, Tapi Masih Bisa Dicegah
Pernah Obesitas, Ini...
Pernah Obesitas, Ini Kisah dr. Gia Pratama Turun Berat Badan dari 100Kg
Mengenal Nutri-Level,...
Mengenal Nutri-Level, Kebijakan Kemenkes untuk Pola Makan Lebih Sehat
Menkes Budi Gunadi Imbau...
Menkes Budi Gunadi Imbau Kurangi Konsumsi Makanan Olahan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan
Penanganan Obesitas...
Penanganan Obesitas Beralih ke Sistem Terintegrasi, Apa Keunggulannya?
Bayar Rp16 Juta, Warga...
Bayar Rp16 Juta, Warga China Rela Masuk ‘Penjara Lemak’ Demi Kurus
Kembangkan Pil GLP-1,...
Kembangkan Pil GLP-1, Novo Nordisk Perkuat Dominasi di Pasar Terapi Obesitas
PESTA Jakarta Sehat...
PESTA Jakarta Sehat Dorong Upaya Cegah Obesitas dan Diabetes
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, dari Jepang hingga Korea Selatan
Rekomendasi
Resmikan Penataan Jalan...
Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Pramono: Wajah Baru Jakarta
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Berita Terkini
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Anang Hermansyah Kompak...
Anang Hermansyah Kompak Wisuda Bareng Ashanty dan Azriel di UNAIR, Raih Gelar S2 dan S3
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV Buka Jalan Penyanyi Dangdut Daerah Menuju Panggung Nasional
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV di Mojokerto Diserbu Peserta dari Berbagai Daerah
Sarwendah Bantah Rugi...
Sarwendah Bantah Rugi Rp20 Miliar, Sebut Masih Banyak Brand yang Bekerja Sama
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved