Wamenparekraf Dorong Peningkatan Kualitas Tata Kelola Destinasi Wisata di Sidoarjo
Senin, 12 Februari 2024 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Angela mengisahkan, pengrajin kulit di Tanggulangin sempat berjaya di era 1990-an. Namun kini kondisinya mulai redup. Sehingga menurutnya perlu didorong dengan penguatan tata kelola usaha agar lebih baik.
“Bagaimana Tanggulangin ini bisa menjadi destinasi pariwisata lagi ke depannya dan pusat ekonomi kreatif, pengrajin-pengrajin harus ada regenerasi. Tadi saya lihat juga peralatan-peralatannya juga harus lebih bersaing. Jadi ini bicara tata kelola, maka saat mendapatkan pemasukan dari koperasi, pemasukan ini untuk meningkatkan apa?" jelasnya.
"Nah ini kan tata kelola di sana. Itulah kenapa kita harus betul-betul bekerja sama untuk mengetahui apa yang dibutuhkan. Tata kelola seperti apa yang dibutuhkan agar lebih spesifik dari masing masing pelaku ekraf,” langsung.
Baca Juga: Kunjungi Kebun Binatang Surabaya, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Ikut Kasih Makan Jerapah
Di sisi lain, Angela berharap digelarnya bimbingan ini dapat menampung aspirasi selain juga menyamakan pola pikir dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku parekraf. Sehingga nantinya pemerintah dapat menghadirkan program yang tepat sasaran dan tepat manfaat.
“Bagaimana Tanggulangin ini bisa menjadi destinasi pariwisata lagi ke depannya dan pusat ekonomi kreatif, pengrajin-pengrajin harus ada regenerasi. Tadi saya lihat juga peralatan-peralatannya juga harus lebih bersaing. Jadi ini bicara tata kelola, maka saat mendapatkan pemasukan dari koperasi, pemasukan ini untuk meningkatkan apa?" jelasnya.
"Nah ini kan tata kelola di sana. Itulah kenapa kita harus betul-betul bekerja sama untuk mengetahui apa yang dibutuhkan. Tata kelola seperti apa yang dibutuhkan agar lebih spesifik dari masing masing pelaku ekraf,” langsung.
Baca Juga: Kunjungi Kebun Binatang Surabaya, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Ikut Kasih Makan Jerapah
Di sisi lain, Angela berharap digelarnya bimbingan ini dapat menampung aspirasi selain juga menyamakan pola pikir dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku parekraf. Sehingga nantinya pemerintah dapat menghadirkan program yang tepat sasaran dan tepat manfaat.
(dra)
Lihat Juga :