Penjelasan Ending A Killer Paradox, Terbuka untuk Sekuel?
Selasa, 13 Februari 2024 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Penyakit diabetes parah yang diderita Song Chon membuatnya makin terluka atas perlakuan Roh Bin. Ini membuatnya jadi makin kejam dan menjadi lebih mengerikan dari Lee Tang.
Lee Tang biasanya hanya menghukum para penjahat dengan aksi kriminal yang mengerikan, dalam hal ini kasus pembunuhan. Namun Song Chon bisa membunuh dua anak muda yang bertikai dengan seorang tua di jalan.
Inilah yang membedakan Lee Tang dengan Song Chon. Meski ia juga mengincar orang jahat, tapi aksi Song Chon lebih brutal dan seolah tak pandang bulu. Penonton pun sulit bersimpati padanya.
![Penjelasan Ending A Killer Paradox, Terbuka untuk Sekuel?]()
Foto: Netflix
Dari delapan episode yang dihadirkan, kisah A Killer Paradox benar-benar menggambarkan judulnya. Lee Tang membunuh demi menegakkan keadilan, meski dengan cara yang salah.
Bagi sebagian orang, dia adalah penjahat. Namun bagi sebagian yang lain ia adalah pembawa keadilan.
Meski begitu, A Killer Paradox juga menggambarkan bahwa tak selamanya keadilan bisa ditegakkan. Misalnya saja, Roh Bin mati dengan catatan kriminal sebagai pembunuh berantai. Padahal, ia tak pernah membunuh.
Sementara ayah Nan-gam atau Gab-su justru meninggal dengan nama harum setelah dibunuh Song Chon. Padahal, ia adalah polisi korup dan pelaku tindak kriminal.
Sementara itu, Nan-gam yang hidupnya penuh dendam, ternyata juga masih punya hati yang lembut. Ini dibuktikan dengan anjing milik Seon Yeo-ok (Jung Yi-seo) yang tadinya akan di-eutanasia (suntik mati), tapi akhirnya ia pelihara, meski awalnya ia sudah menyerahkan ke organisasi lain.
Baca Juga: Sinopsis Amidst a Snowstorm of Love, Drama China Kisah Cinta Dua Atlet
Ending A Killer Paradox membuka peluang dilanjutkannya perjalanan Lee Tang dan Nan-gam. Sejauh ini, data dari FlixPatrol menempatkan serial ini duduk di posisi keempat Netflix Global kategori TV Show.
Posisi ini cukup bagus untuk jadi bahan pertimbangan melanjutkan A Killer Paradox ke season 2. Namun mengingat rekam jejak Netflix yang bisa memutuskan cerita serial di tengah jalan, ada kemungkinan juga serial ini tak akan dikembangkan ke musim kedua. Kita tunggu saja!
Lee Tang biasanya hanya menghukum para penjahat dengan aksi kriminal yang mengerikan, dalam hal ini kasus pembunuhan. Namun Song Chon bisa membunuh dua anak muda yang bertikai dengan seorang tua di jalan.
Inilah yang membedakan Lee Tang dengan Song Chon. Meski ia juga mengincar orang jahat, tapi aksi Song Chon lebih brutal dan seolah tak pandang bulu. Penonton pun sulit bersimpati padanya.
5. Kesimpulan Pahit A Killer Paradox

Foto: Netflix
Dari delapan episode yang dihadirkan, kisah A Killer Paradox benar-benar menggambarkan judulnya. Lee Tang membunuh demi menegakkan keadilan, meski dengan cara yang salah.
Bagi sebagian orang, dia adalah penjahat. Namun bagi sebagian yang lain ia adalah pembawa keadilan.
Meski begitu, A Killer Paradox juga menggambarkan bahwa tak selamanya keadilan bisa ditegakkan. Misalnya saja, Roh Bin mati dengan catatan kriminal sebagai pembunuh berantai. Padahal, ia tak pernah membunuh.
Sementara ayah Nan-gam atau Gab-su justru meninggal dengan nama harum setelah dibunuh Song Chon. Padahal, ia adalah polisi korup dan pelaku tindak kriminal.
Sementara itu, Nan-gam yang hidupnya penuh dendam, ternyata juga masih punya hati yang lembut. Ini dibuktikan dengan anjing milik Seon Yeo-ok (Jung Yi-seo) yang tadinya akan di-eutanasia (suntik mati), tapi akhirnya ia pelihara, meski awalnya ia sudah menyerahkan ke organisasi lain.
Baca Juga: Sinopsis Amidst a Snowstorm of Love, Drama China Kisah Cinta Dua Atlet
Ending A Killer Paradox membuka peluang dilanjutkannya perjalanan Lee Tang dan Nan-gam. Sejauh ini, data dari FlixPatrol menempatkan serial ini duduk di posisi keempat Netflix Global kategori TV Show.
Posisi ini cukup bagus untuk jadi bahan pertimbangan melanjutkan A Killer Paradox ke season 2. Namun mengingat rekam jejak Netflix yang bisa memutuskan cerita serial di tengah jalan, ada kemungkinan juga serial ini tak akan dikembangkan ke musim kedua. Kita tunggu saja!
(ita)
Lihat Juga :