Di Balik Film Cinta Tapi Cinta, Ganjar dan Atikoh True Love Story, Sutradara: Cocok untuk Anak Muda
Selasa, 13 Februari 2024 - 17:01 WIB
loading...
Sutradara Jiwo Kusumo menceritakan perjalanan cinta Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh di film Cinta Tapi Cinta, Ganjar dan Atikoh True Love Story. Foto/mpi
A
A
A
JAKARTA — Dalam masa tenang jelang pencoblosan Pilpres 2024, Eight Senses Film bersama Redme mempersembahkan film berjudul Cinta Tapi Cinta, Ganjar dan Atikoh True Love Story.
Film ini dibintangi oleh Robby Jamani yang berperan sebagai Ganjar Pranowo dan Angel Lisandi Putri sebagai Siti Atikoh Supriyanti.
Baca Juga: Saksikan Cinta Tapi Cinta, Kisah Ganjar & Atikoh di RCTI
Jiwo Kusumo selaku sutradara menceritakan perjalanan cinta Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Supriyanti dengan sangat manis.
Ganjar dan Atikoh pertama kali bertemu saat masa KKN (Kuliah Kerja Nyata). Kala itu, keduanya sama-sama kuliah di Universitas Gadjah Mada.
Keduanya memupuk cinta secara sederhana. Ganjar dan Atikoh yang berasal dari keluarga kurang mampu kerap kali berkencan hanya dengan mengobrol di teras kos-kosan tempat Atikoh tinggal. Selain itu, keduanya pun hanya kencan ke warung makan untuk memesan nasi setengah dengan tempe goreng dua biji beserta sambal sebagai pelengkap.
Namun, kisah cintanya yang sederhana tidak berjalan dengan sempurna. Ada beberapa ujian dan cobaan yang harus mereka lalui satu per satu hingga akhirnya bisa menyatukan cinta dalam pernikahan.
Akan tetapi, hal tersebut pun tidak membuat kisah cinta Ganjar dan Atikoh berjalan dengan mulus. Selalu ada cobaan baru yang menghampiri mereka. Keduanya selalu melewati setiap cobaan demi cobaan dengan tabah. Hibgga kini bisa menghadirkan keluarga kecil yang harmonis dan jadi anutan untuk banyak orang.
“Film Cinta Tapi Cinta ini lahir dari hati kami, kami mencermati apa yang dibutuhkan bangsa saat ini yakni cinta kasih, kasih sayang dan ketulusan,” kata sang sutradara Jiwo Kusumo di lokasi.
Jiwo Kusumo menambahkan, bahwa dirinya melihat sosok Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh bisa menjadi teladan para generasi muda, milenial dan generasi Z berlajar tentang arti ketulusan.
“Kami melihat sosok Pak Ganjar Pranowo dan Bu Atikoh menjadi teladan generasi muda, milenial dan Gen Z tentang ketulusan. Maka film ini dipersembahkan untuk bangsa yang saat ini butuh cinta,” kata Jiwo Kusumo saat ditemui di Cinema XXI Plaza Senayan, Jakarta, pada Selasa (13/2/2024).
Baca Juga: Baru Sehari Rilis, Film Dirty Vote Raih 7,2 Juta Penonton
Di kesempatan yang sama, eksekutif produser film, Eryolanda mengajak masyarakat untuk bisa menebarkan cinta kepada orang-orang terdekat. Utamanya, saat momen pencoblosan suara pada 14 Februari, besok.
“Dimanapun teman-teman berada besok pagi, mari kita ekspresikan cinta di bilik-bilik suara yang tidak terlihat oleh orang banyak,” ujar Eryolanda.
Film ini dibintangi oleh Robby Jamani yang berperan sebagai Ganjar Pranowo dan Angel Lisandi Putri sebagai Siti Atikoh Supriyanti.
Baca Juga: Saksikan Cinta Tapi Cinta, Kisah Ganjar & Atikoh di RCTI
Jiwo Kusumo selaku sutradara menceritakan perjalanan cinta Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Supriyanti dengan sangat manis.
Ganjar dan Atikoh pertama kali bertemu saat masa KKN (Kuliah Kerja Nyata). Kala itu, keduanya sama-sama kuliah di Universitas Gadjah Mada.
Keduanya memupuk cinta secara sederhana. Ganjar dan Atikoh yang berasal dari keluarga kurang mampu kerap kali berkencan hanya dengan mengobrol di teras kos-kosan tempat Atikoh tinggal. Selain itu, keduanya pun hanya kencan ke warung makan untuk memesan nasi setengah dengan tempe goreng dua biji beserta sambal sebagai pelengkap.
Namun, kisah cintanya yang sederhana tidak berjalan dengan sempurna. Ada beberapa ujian dan cobaan yang harus mereka lalui satu per satu hingga akhirnya bisa menyatukan cinta dalam pernikahan.
Akan tetapi, hal tersebut pun tidak membuat kisah cinta Ganjar dan Atikoh berjalan dengan mulus. Selalu ada cobaan baru yang menghampiri mereka. Keduanya selalu melewati setiap cobaan demi cobaan dengan tabah. Hibgga kini bisa menghadirkan keluarga kecil yang harmonis dan jadi anutan untuk banyak orang.
“Film Cinta Tapi Cinta ini lahir dari hati kami, kami mencermati apa yang dibutuhkan bangsa saat ini yakni cinta kasih, kasih sayang dan ketulusan,” kata sang sutradara Jiwo Kusumo di lokasi.
Jiwo Kusumo menambahkan, bahwa dirinya melihat sosok Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh bisa menjadi teladan para generasi muda, milenial dan generasi Z berlajar tentang arti ketulusan.
“Kami melihat sosok Pak Ganjar Pranowo dan Bu Atikoh menjadi teladan generasi muda, milenial dan Gen Z tentang ketulusan. Maka film ini dipersembahkan untuk bangsa yang saat ini butuh cinta,” kata Jiwo Kusumo saat ditemui di Cinema XXI Plaza Senayan, Jakarta, pada Selasa (13/2/2024).
Baca Juga: Baru Sehari Rilis, Film Dirty Vote Raih 7,2 Juta Penonton
Di kesempatan yang sama, eksekutif produser film, Eryolanda mengajak masyarakat untuk bisa menebarkan cinta kepada orang-orang terdekat. Utamanya, saat momen pencoblosan suara pada 14 Februari, besok.
“Dimanapun teman-teman berada besok pagi, mari kita ekspresikan cinta di bilik-bilik suara yang tidak terlihat oleh orang banyak,” ujar Eryolanda.
(tdy)
Lihat Juga :