Tips Panduan Parenting di Masa Pandemik

Kamis, 13 Agustus 2020 - 13:35 WIB
loading...
Tips Panduan Parenting...
Foto/Medicaldaily
A A A
JAKARTA - Membuat anak betah di rumah memang bukan perkara mudah khususnya bagi pasien kanker anak . Meski begitu, orang tua harus putar otak agar anak sebisa mungkin merasa nyaman di rumah. Nelly Hursepuny Mpsi, psikologi di Rehabilitasi Medik RS Kanker Dharmais, Jakarta memberikan tips terkait panduan mendampingi anak di rumah saja. Untuk memudahkan, tips ini disingkat PARENTING.

Perhatikan dan penuhi kebutuhan anak. Kebutuhan di sini bukan hanya dalam bentuk fisik seperti makanan sehat dan lingkungan nyaman, namun juga kebutuhan akan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Aturan harus jelas. Menurut Nelly, saat membuat aturan, orang tua harus bisa berkompromi dengan anak dan kemudian aturan tersebut diterapkan secara konsisten. Rendahkan usia 2-3 tahun di atas usia anak. (Baca: Bagaimana Imbas Covid-19 terhadap Pasien Kanker)

“Tujuannya agar orang tua bisa berpikir dengan cara pikir dan pandangan anak. Menempatkan diri seperti kakak bagi anak-anak. Ini penting terutama bagi yang memiliki anak usia pra remaja, di mana mereka sudah mulai keluar dari aturan orang tua dan lebih mendekat ke teman sebaya,” tutur Nelly. Eratkan ikatan emosional anak dan orangtua. Jujur dan terbuka menjadi kuncinya.

Nasehat bukan prioritas. Memberikan nasehat memang penting tetapi yang lebih diprioritaskan adalah anak yang ingin dimengerti dan didengarkan. Teladan melalui contoh. Dalam hal apapun, orang tua harus menjadi contoh yang baik. jika akan mengajarkan kejujuran, maka jangan mengajarkan anak berbohong. Ingatlah untuk selalu memberikan reward. Lebih baik baik memberikan reward daripada punishment. Nikmati waktu dengan anak.

Pandemik ini harus menjadi momentum untuk mendekatkan diri dengan anak. Gali potensi anak karena masing-masing anak itu unik. “Agar anak tidak bosan, maka berikan kegiatan yang disukai anak sesuai karakternya,” saran Nelly. Bagi anak, bermain bukan sekedar memenuhi haknya. Lebih dari itu, bermain amat penting bagi tumbuh kembangnya. (Baca juga: Siapa Sangka, Daun Ini Mampu Bunuh Sel Kanker dalam Waktu 16 Jam)

Bermain berikan banyak manfaat seperti memperkaya wawasan tentang solusi masalah, meningkatkan rasa keberhasilan, mengasah koordinasi motorik, hingga mengasah kemampuan sosial. Bermain juga bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan untuk coping yang merupakan kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi tantangan atau masalah dengan baik.

Dikatakan Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., psikolog dan Ketua Ikatan Psikologi Klinis Jakarta, terdapat tiga konsep penting seputar dunia bermain anak. ‘Mainan’ yaitu alat yang digunakan, bisa merupakan hasil karya anak. Lalu, ‘permainan’ yaitu aktivitas yang diciptakan, bisa membutuhkan mainan ataupun tanpa mainan. Dan, ‘bermain’ yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesenangan dan memberikan banyak manfaat bagi anak. (Lihat videonya: Jaksa Cantik Pinangki Jadi Tersangka, Diduga Terima Suap Rp7 Miliar)

Yang betul-betul memberikan manfaat buat anak bukanlah mainan atau permainan, namun proses bermain yang dilakukan anak. “Orang tua bisa membantu anak untuk menciptakan mainan, mengusulkan permainan yang akan dilakukan, dan bermain bersama anak. Dengan demikian, anak bisa mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya,” tandas Anna. (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Peringatan WDHD 2026,...
Peringatan WDHD 2026, Orang Tua Diajak Pahami Kesehatan Saluran Cerna Anak
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Jangan Paksa Anak Makan...
Jangan Paksa Anak Makan Saat Demam, Ini Penjelasan Dokter!
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
Menerapkan Cukai MBDK...
Menerapkan Cukai MBDK 2026: Menyelamatkan Masa Depan Anak Indonesia
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Rekomendasi
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved