Viral! Miliarder Hidup Hemat dengan Cari Makan dari Tempat Sampah
Minggu, 25 Februari 2024 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Bukannya dia bersedia membayar seseorang untuk melakukannya ketika bisa melakukannya sendiri. “Pengrajin mengenakan biaya 55 euro untuk setiap setengah jam perbaikan,” jelas Heinz seraya menambahkan bahwa sebagian besar rumahnya bahkan tidak disewakan karena harga sewanya tidak dapat menutupi biaya pemeliharaan properti.
Pensiunan insinyur kelistrikan ini mendapat uang pensiun bulanan sebesar USD3,900 atau Rp60 juta serta uang pensiun lainnya sebesar USD169 atau Rp2,6 juta yang sebagian besar masuk ke rekening banknya, karena dia tidak punya apa-apa untuk dibelanjakan.
Selain 5 euro atau Rp84 ribu yang dia habiskan untuk makan setiap bulan, pengeluarannya hanya mencakup koneksi internet untuk laptopnya. Ponsel tidak mungkin digunakan, karena itu akan dikenakan biaya tambahan 10 euro atau Rp168 ribu.
Baca Juga: Viral! Ada Lafaz Allah di Lidah Bayi Ini, sang Ibu Ucap Syukur
Heinz menghabiskan sebagian besar waktunya menimbun barang-barang yang dibuang orang lain, mengayuh sepedanya berkeliling Daarmstadt dalam pencarian barang-barang baru yang tiada henti. Dia jarang menggunakan sebagian besar hasil pertaniannya, malah menukarnya dengan tetangganya, biasanya dengan imbalan makanan yang tidak mereka perlukan.
Karena tidak adanya keluarga dekat yang dapat berbagi kekayaannya, Heinz tidak benar-benar tahu kepada siapa dia akan mewariskan hartanya ketika dia meninggal. Namun, pria ini punya beberapa sepupu jauh, tapi mereka menolak membayar pajak warisan sehingga mempertimbangkan untuk menyerahkan sebagian propertinya kepada penyewa.
Pensiunan insinyur kelistrikan ini mendapat uang pensiun bulanan sebesar USD3,900 atau Rp60 juta serta uang pensiun lainnya sebesar USD169 atau Rp2,6 juta yang sebagian besar masuk ke rekening banknya, karena dia tidak punya apa-apa untuk dibelanjakan.
Selain 5 euro atau Rp84 ribu yang dia habiskan untuk makan setiap bulan, pengeluarannya hanya mencakup koneksi internet untuk laptopnya. Ponsel tidak mungkin digunakan, karena itu akan dikenakan biaya tambahan 10 euro atau Rp168 ribu.
Baca Juga: Viral! Ada Lafaz Allah di Lidah Bayi Ini, sang Ibu Ucap Syukur
Heinz menghabiskan sebagian besar waktunya menimbun barang-barang yang dibuang orang lain, mengayuh sepedanya berkeliling Daarmstadt dalam pencarian barang-barang baru yang tiada henti. Dia jarang menggunakan sebagian besar hasil pertaniannya, malah menukarnya dengan tetangganya, biasanya dengan imbalan makanan yang tidak mereka perlukan.
Karena tidak adanya keluarga dekat yang dapat berbagi kekayaannya, Heinz tidak benar-benar tahu kepada siapa dia akan mewariskan hartanya ketika dia meninggal. Namun, pria ini punya beberapa sepupu jauh, tapi mereka menolak membayar pajak warisan sehingga mempertimbangkan untuk menyerahkan sebagian propertinya kepada penyewa.
(dra)
Lihat Juga :