DKT Dorong Inovasi Program Kesehatan Seksual Reproduksi dan KB di Masa Pandemi
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 02:12 WIB
loading...
A
A
A
1. Ketersediaan akses kontrasepsi melalui e-Commerce
DKT Indonesia memastikan ketersediaan alat kontrasepsi mudah dijangkau dan tersedia di berbagai saluran melalui bidan, apoteker, dokter, serta semua gerai tradisional dan modern. Bahkan, DKT Indonesia menyediakan berbagai kampanye promosi di e-commerce dan meningkatkan ketersediaan produk secara online untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam mengakses kondom dan kontrasepsi oral tanpa harus langsung ke toko atau apotek konvensional.
2. Rangkaian webinar untuk tenaga kesehatan
Pandemi juga mempengaruhi layanan kespro pada petugas kesehatan. Banyak dokter dan bidan menutup layanan mereka karena kendala peralatan dan atau standar layanan kesehatan reproduksi yang belum memadai selama pandemi. Selain itu, timbul kekhawatiran masyarakat untuk mengakses layanan KB di klinik bidan atau dokter secara langsung. Alhasil, DKT Indonesia mengadakan webinar dengan target tenaga kesehatan setiap dua minggu sekali yaitu dokter, bidan, serta fasilitator Keluarga Berencana lainnya untuk menginspirasi tenaga kesehatan tentang standar layanan kesehatan seksual dan reproduksi selama pandemi. Hingga saat ini, DKT telah menjangkau lebih dari 30 ribu tenaga kesehatan di Indonesia.
3. Menjangkau populasi kunci dengan WhatsApp group
Selain tenaga kesehatan, DKT juga mengkomunikasikan masalah pencegahan HIV dan IMS selama pandemi kepada populasi kunci seperti populasi pria berisiko tinggi dan komunitas transgender melalui WhatsApp group setiap dua kali per minggu. Metode komunikasi yang digunakan sesuai dengan karakteristik target kelompok sasaran yang cenderung lebih mengutamakan privasi. Sehingga DKT ingin agar para peserta lebih aktif dalam berdiskusi tentang masalah kesehatan seksual reproduksi dengan percaya diri menggunakan medium yang tepat. Saat ini, DKT telah menjangkau lebih dari 1.000 populasi kunci selama bulan Juni-Juli 2020.
4. Konsultasi kespro gratis via Halo DKT
DKT Indonesia memastikan ketersediaan alat kontrasepsi mudah dijangkau dan tersedia di berbagai saluran melalui bidan, apoteker, dokter, serta semua gerai tradisional dan modern. Bahkan, DKT Indonesia menyediakan berbagai kampanye promosi di e-commerce dan meningkatkan ketersediaan produk secara online untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam mengakses kondom dan kontrasepsi oral tanpa harus langsung ke toko atau apotek konvensional.
2. Rangkaian webinar untuk tenaga kesehatan
Pandemi juga mempengaruhi layanan kespro pada petugas kesehatan. Banyak dokter dan bidan menutup layanan mereka karena kendala peralatan dan atau standar layanan kesehatan reproduksi yang belum memadai selama pandemi. Selain itu, timbul kekhawatiran masyarakat untuk mengakses layanan KB di klinik bidan atau dokter secara langsung. Alhasil, DKT Indonesia mengadakan webinar dengan target tenaga kesehatan setiap dua minggu sekali yaitu dokter, bidan, serta fasilitator Keluarga Berencana lainnya untuk menginspirasi tenaga kesehatan tentang standar layanan kesehatan seksual dan reproduksi selama pandemi. Hingga saat ini, DKT telah menjangkau lebih dari 30 ribu tenaga kesehatan di Indonesia.
3. Menjangkau populasi kunci dengan WhatsApp group
Selain tenaga kesehatan, DKT juga mengkomunikasikan masalah pencegahan HIV dan IMS selama pandemi kepada populasi kunci seperti populasi pria berisiko tinggi dan komunitas transgender melalui WhatsApp group setiap dua kali per minggu. Metode komunikasi yang digunakan sesuai dengan karakteristik target kelompok sasaran yang cenderung lebih mengutamakan privasi. Sehingga DKT ingin agar para peserta lebih aktif dalam berdiskusi tentang masalah kesehatan seksual reproduksi dengan percaya diri menggunakan medium yang tepat. Saat ini, DKT telah menjangkau lebih dari 1.000 populasi kunci selama bulan Juni-Juli 2020.
4. Konsultasi kespro gratis via Halo DKT
Lihat Juga :