CERMIN: Betulkah Denis Villeneuve Mereduksi Nilai-Nilai Islam dalam Dune?
Jum'at, 01 Maret 2024 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Dengan menjadikan hal ini sebagai “elemen yang kuat” dalam novelnya, Frank mungkin sedang berusaha menyampaikan “utang budi yang sangat besar” yang menurutnya umat manusia berutang pada Islam. Frank juga dipercaya terinspirasi ide-ide serta sifat siklus dinasti dan peradaban dari buku Sejarah Islam abad ke-14 karya sosiolog, filsuf, dan sejarawan Tunisia, Ibnu Khaldun, berjudul The Muqaddimah.
Dalam Dune: Part Two, referensi Arab dan Islam itu memang masih cukup kental. Setelah Paul melarikan diri bersama dengan ibunya dan diterima kaum Fremen, secara perlahan ia mulai dianggap sebagai Lisan Al-Gaib yang merupakan perwujudan Imam Mahdi. Bagi umat Islam, Imam Mahdi dipercaya akan datang pada akhir zaman untuk kembali menyatukan seluruh umat manusia.
![CERMIN: Betulkah Denis Villeneuve Mereduksi Nilai-Nilai Islam dalam Dune?]()
Foto: Warner Bros. Pictures
Beragam penanda yang bermunculan satu demi satu sepanjang film juga semakin mengukuhkan keyakinan kaum Fremen bahwa Paul adalah Yang Terpilih. Begitupun Paul tak terlalu hirau dengan semua itu dan bersama Chani, ia terus berjuang untuk merebut kembali planet Arrakis.
Dengan pilinan cerita yang memberi kejutan demi kejutan, Dune: Part Two juga menghadirkan tokoh-tokoh baru seperti Feyd-Rautha (dimainkan dengan mengesankan oleh nomine Oscar, Austin Butler), juga Princess Irulian (Florence Pugh).
Paul kini telah bertransformasi menjadi pemuda tangguh pemberani yang menerima nasibnya untuk membalaskan dendam kematian sang ayah. Ia terus menerus mengambil risiko hingga terlibat dalam sebuah pertarungan hidup mati yang membuat Chani cemas luar biasa.
Hubungan Paul dan Chani pun telah berkembang menjadi luar biasa kompleks yang bisa dengan mudah membenturkan banyak kepentingan di dalamnya. Dengan posisinya sebagai pewaris takhta, Paul juga mesti berkompromi atas nama kekuasaan. Keputusan ini mungkin saja mengecewakan Chani. Sebagai Chani, Zendaya juga memperlihatkan kapasitas aktingnya yang paling menarik sepanjang kariernya.
Begitupun meski terpukau dengan visi dan kemegahan Dune dan Dune: Part Two, sebagai penonton tentu saja kita masih tak habis pikir mengapa Denis sampai merasa perlu mereduksi nilai-nilai Islam di dalamnya. Tentu saja Denis bukan seorang Islamofobia.
![CERMIN: Betulkah Denis Villeneuve Mereduksi Nilai-Nilai Islam dalam Dune?]()
Foto: Warner Bros. Pictures
Dalam Dune: Part Two, referensi Arab dan Islam itu memang masih cukup kental. Setelah Paul melarikan diri bersama dengan ibunya dan diterima kaum Fremen, secara perlahan ia mulai dianggap sebagai Lisan Al-Gaib yang merupakan perwujudan Imam Mahdi. Bagi umat Islam, Imam Mahdi dipercaya akan datang pada akhir zaman untuk kembali menyatukan seluruh umat manusia.

Foto: Warner Bros. Pictures
Beragam penanda yang bermunculan satu demi satu sepanjang film juga semakin mengukuhkan keyakinan kaum Fremen bahwa Paul adalah Yang Terpilih. Begitupun Paul tak terlalu hirau dengan semua itu dan bersama Chani, ia terus berjuang untuk merebut kembali planet Arrakis.
Dengan pilinan cerita yang memberi kejutan demi kejutan, Dune: Part Two juga menghadirkan tokoh-tokoh baru seperti Feyd-Rautha (dimainkan dengan mengesankan oleh nomine Oscar, Austin Butler), juga Princess Irulian (Florence Pugh).
Paul kini telah bertransformasi menjadi pemuda tangguh pemberani yang menerima nasibnya untuk membalaskan dendam kematian sang ayah. Ia terus menerus mengambil risiko hingga terlibat dalam sebuah pertarungan hidup mati yang membuat Chani cemas luar biasa.
Hubungan Paul dan Chani pun telah berkembang menjadi luar biasa kompleks yang bisa dengan mudah membenturkan banyak kepentingan di dalamnya. Dengan posisinya sebagai pewaris takhta, Paul juga mesti berkompromi atas nama kekuasaan. Keputusan ini mungkin saja mengecewakan Chani. Sebagai Chani, Zendaya juga memperlihatkan kapasitas aktingnya yang paling menarik sepanjang kariernya.
Begitupun meski terpukau dengan visi dan kemegahan Dune dan Dune: Part Two, sebagai penonton tentu saja kita masih tak habis pikir mengapa Denis sampai merasa perlu mereduksi nilai-nilai Islam di dalamnya. Tentu saja Denis bukan seorang Islamofobia.

Foto: Warner Bros. Pictures
Lihat Juga :