Silo Antisipasi Tren Industri Kesehatan
Jum'at, 15 Maret 2024 - 20:20 WIB
loading...
Silo mengantisipasi perkembangan tren industri kesehatan di Indonesia dengan mengindikasikan 4 megatren utama perawatan kesehatan. Foto/ ist
A
A
A
JAKARTA - PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) di sektor layanan kesehatan mengantisipasi perkembangan tren industri kesehatan di Indonesia.
Untuk itu, SILO telah mengindikasikan 4 megatren utama perawatan kesehatan di Indonesia, seperti meningkatnya demografi populasi lansia, meningkatnya tingkat adopsi teknologi digital, meningkatnya kesadaran perawatan kesehatan terhadap perawatan pencegahan, dan digitalisasi perawatan kesehatan.
Selain itu, Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan pembelanjaan layanan kesehatan yang kuat selama beberapa tahun ke depan seperti yang ditunjukkan oleh CAGR industri layanan kesehatan dari tahun 2022 hingga 2030 yang diproyeksikan sebesar 7-8%, menurut Kementerian Kesehatan Indonesia.
Group CEO LPKR sekaligus Komisaris Utama SILO John Riady menyampaikan bahwa SILO sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di Indonesia mengikuti tren tersebut dan menghadirkan berbagai inisiatif program klinis kuratif dan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan industri kesehatan di Indonesia.
Seiring dengan pertumbuhan pasar dan inisiatif-inisiatif yang dilakukan, SILO juga telah menetapkan jalur untuk mencapai tingkat pertumbuhan dua digit yang tinggi, mengungguli industri kesehatan. Melalui inisiatif digital SILO misalnya, pasien dalam melakukan pemesanan secara instan, mengantri secara virtual, hingga melakukan medical check up (MCU) pada hari yang sama. Saluran digital ini termasuk Aplikasi MySiloam, situs web Siloam, pusat kontak khusus, dan nomor WhatsApp khusus.
Untuk itu, SILO telah mengindikasikan 4 megatren utama perawatan kesehatan di Indonesia, seperti meningkatnya demografi populasi lansia, meningkatnya tingkat adopsi teknologi digital, meningkatnya kesadaran perawatan kesehatan terhadap perawatan pencegahan, dan digitalisasi perawatan kesehatan.
Selain itu, Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan pembelanjaan layanan kesehatan yang kuat selama beberapa tahun ke depan seperti yang ditunjukkan oleh CAGR industri layanan kesehatan dari tahun 2022 hingga 2030 yang diproyeksikan sebesar 7-8%, menurut Kementerian Kesehatan Indonesia.
Group CEO LPKR sekaligus Komisaris Utama SILO John Riady menyampaikan bahwa SILO sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di Indonesia mengikuti tren tersebut dan menghadirkan berbagai inisiatif program klinis kuratif dan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan industri kesehatan di Indonesia.
Seiring dengan pertumbuhan pasar dan inisiatif-inisiatif yang dilakukan, SILO juga telah menetapkan jalur untuk mencapai tingkat pertumbuhan dua digit yang tinggi, mengungguli industri kesehatan. Melalui inisiatif digital SILO misalnya, pasien dalam melakukan pemesanan secara instan, mengantri secara virtual, hingga melakukan medical check up (MCU) pada hari yang sama. Saluran digital ini termasuk Aplikasi MySiloam, situs web Siloam, pusat kontak khusus, dan nomor WhatsApp khusus.
Lihat Juga :