alexametrics

Review Film Bad Times at The El Royale

loading...
Review Film Bad Times at The El Royale
Bad Times at El Royale menjadi film yang mengangkat masa buruk di sebuah hotel yang awalnya simpel menjadi sesuatu yang kompleks, rumit dan penuh kejutan. (cinssu)
A+ A-
JAKARTA - Sebuah film tentu punya alur dan cerita yang berfokus untuk menarik dan mengarahkan penontonnya. Tapi, tak semua film seperti itu. Ada juga sutradara ‘iseng’ yang membuat sebuah film menjadi sebuah tontonan menarik atau mungkin membosankan karena tidak ada petunjuk mau apa film itu.

Bad Times at The Royale adalah salah satunya. Sepanjang 141 menit, penonton akan dibuat menerka-nerka apa sebenarnya maksud film yang disutradarai Drew Goddard ini.

Awal film ini cukup simpel. Seorang pria masuk ke sebuah kamar hotel dan mengubur sebuah tas di lantai kamar dari kayu itu. Tak lama, seseorang datang ke kamar itu dan menembaknya. Adegan selesai.

Film ini kemudian berlanjut ke masa 10 tahun kemudian. Ber-setting di tahun 1970, seorang pastor bernama Daniel Flynn (Jeff Bridges) dan penyanyi bernama Darlene Sweet (Cynthia Erivo) bertemu di depan lobi hotel El Royale yang berada tepat di perbatasan California dan Nevada.

Ketika hendak check in, mereka bertemu salesman vacuum cleaner bernama Seymour Laramie Sullivan (Jon Hamm). Sedang check in dengan dilayani satu-satunya pegawai hotel itu, Miles Miller (Lewis Pullman), datang seorang wanita (Dakota Johnson). Tanpa memberikan nama, wanita yang kemudian dikenal sebagai Emily itu juga memesan kamar.

Seymour ternyata bukanlah seorang salesman, dia adalah agen FBI yang dikirim untuk menyelidiki hotel tersebut. Meminta kamar untuk bulan madu, dia menemukan banyak penyadap yang dipasang di kamar itu. Seymour yang bernama asli Dwight Broadbeck kemudian pergi ke lobi hotel.

Di sana, dia menemukan Miles sedang teler. Dia kemudian membuka sebuah pintu yang membawanya ke sebuah lorong gelap. Di lorong itu, terdapat banyak kaca yang membuatnya bisa melihat para tamu hotel itu. Seymour melihat Darlene sedang berlatih menyanyi, pastor Flynn yang sedang sibuk membongkar lantai kamar dan yang mengejutkan, dia melihat Emily membawa masuk seorang wanita muda (Cailee Spaeny) dalam kondisi terikat.

Seymour lantas menelepon kantor pusat dan menceritakan temuannya itu. Kantornya memintanya untuk tetap melakukan penyelidikan dan tidak turut campur dengan kasus wanita di kamar Emily. Yang dia tidak tahu, Emily tidak menculik wanita muda itu. Wanita itu adalah adiknya, Rose, yang dibawanya kabur dari sebuah sekte sesat pimpinan Billy Lee (Chris Hemsworth).

Film ini tidak berhenti di Seymour dan Emily, tapi juga tentang Pastor Flynn, Darlene dan juga Miles. Penonton digiring untuk menerka-nerka apa fokus film ini sebenarnya dan seperti apa peran tokoh-tokohnya di film ini.

Drew dengan sangat baik memberikan petunjuk tentang masa lalu para tokoh-tokoh ini, kecuali untuk Seymour. Mereka yang pergi ke El Royale memiliki masa lalu yang cukup pelik. Ada Darlene yang harus menjadi penyanyi di kota kecil setelah berselisih dengan produsernya dan Emily yang harus ingin menyelamatkan adiknya dari sekte pimpinan Billy Lee.

Semua masa lalu itu melebur dan menjadikan masing-masing karakter di film ini kuat. Mereka punya alasan masing-masing untuk melakukan aksi yang bisa dibilang jahat. Ini yang kemudian membuat film ini menarik untuk disimak karena setiap tokoh bisa menjadi protagonis sekaligus antagonis atau sebaliknya.

Jika Anda, seperti saya, mengira bahwa tokoh yang terlihat baik akan selamat dan menjadi jagoan di film ini, maka Anda akan kaget. Ada banyak kejutan di film ini terkait para tokohnya. Sementara, dari sisi cerita, jika Anda dengan cermat mengikuti dan fokus dari awal, maka Anda akan menemukan apa yang sebenarnya diceritakan Drew di film ini.

Di Bad Times at The Royale, Chris Hemsworth tidak akan menjadi tokoh superhero seperti yang dia perankan di serial Avengers milik Marvel. Di sini, Anda akan melihat sisi lain Chris sebagai tokoh manipulatif dan juga macho. Anda tidak akan melihat karakter Thor di sini. Aktor asal Australia ini benar-benar mampu menyajikan karakternya, Billy Lee, sebagai Billy Lee tanpa ada rasa Thor.

Drew dengan baik membuat Bad Times at The Royale menjadi film yang benar-benar mengangkat seperti apa masa buruk di sebuah tempat terpencil. Dia dengan cerdas meramu cerita yang awalnya simpel menjadi sesuatu yang kompleks, rumit dan penuh kejutan.

Bad Times at The Royale bisa disaksikan di bioskop kesayangan Anda mulai Jumat (26/10/2018). Selamat menyaksikan!

!

(alv)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak