Menengok Masjid Pertama di Kanada yang Dibangun pada 1938
Sabtu, 06 April 2024 - 05:09 WIB
loading...
A
A
A
Ismal Sutankayo, 65, diaspora Indonesia yang telah menetap di Kota Edmonton lebih dari 50 tahun mengungkapan, pada 1973 dia melaksanakan salat di bangunan lama Masjid Al Rashid. Saat itu jumlah masyarakat muslim masih belum banyak. “Masyarakat muslim, terutama orang-orang bukan kulit putih masih sedikit sekali. Yang saya kenal hanya orang-orang Malaysia yang jumlahnya sekitar 10 orang saja,” tuturnya.
Baca Juga: Cimahi Dinobatkan sebagai Kota Kreatif, Sandiaga Uno: Bisa Jadi City Of Animation Level Dunia
Sementara itu, Hadhimulya Asmara, 46, mengaku bangga dan bersyukur bahwa komunitas muslim telah menjadi bagian dari sejarah Kota Edmonton maupun Kanada. Pengakuan terhadap kontribusi umat Islam ditandai dengan dilestarikannya bangunan lama Masjid Al Rashid dan menempatkannya di museum agar bisa dikunjungi masyarakat luas.
“Ini luar biasa. Pengakuan bukan datang dari umat Islam, melainkan dari umat lain. Kalau dilihat dari tahun pembangunan masjid tersebut menunjukkan pada saat itu komunitas muslim sudah establish dan telah berinteraksi secara baik dengan komunitas lainnya,” tukas peneliti di Universitas Alberta tersebut.
Baca Juga: Cimahi Dinobatkan sebagai Kota Kreatif, Sandiaga Uno: Bisa Jadi City Of Animation Level Dunia
Sementara itu, Hadhimulya Asmara, 46, mengaku bangga dan bersyukur bahwa komunitas muslim telah menjadi bagian dari sejarah Kota Edmonton maupun Kanada. Pengakuan terhadap kontribusi umat Islam ditandai dengan dilestarikannya bangunan lama Masjid Al Rashid dan menempatkannya di museum agar bisa dikunjungi masyarakat luas.
“Ini luar biasa. Pengakuan bukan datang dari umat Islam, melainkan dari umat lain. Kalau dilihat dari tahun pembangunan masjid tersebut menunjukkan pada saat itu komunitas muslim sudah establish dan telah berinteraksi secara baik dengan komunitas lainnya,” tukas peneliti di Universitas Alberta tersebut.
(tdy)
Lihat Juga :