Populasi Menurun, Warga Jepang Diprediksi Akan Bermarga Sato pada 2531
Senin, 08 April 2024 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
"Hal ini tidak hanya akan merepotkan tetapi juga merendahkan martabat individu," jelas Yoshida.
Semua ini tidak akan berubah kecuali ada undang-undang khusus yang akan disahkan. Yoshida mengungkap bahwa jika pasangan suami istri diperbolehkan menggunakan nama belakang yang berbeda, maka tren penggunaan Sato sebagai satu-satunya nama belakang yang tersedia akan dapat dihindari.
Baca Juga: Ini 5 Makanan yang Membuat Orang Jepang Panjang Umur
Hukum Jepang saat ini menetapkan bahwa pasangan menikah harus memilih satu nama keluarga untuk dipertahankan. Selain itu, dalam 95 persen kasus, perempuanlah yang melakukan hal tersebut.
Dalam survei yang dilakukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Jepang pada 2022 , hanya 39,3 persen dari 1.000 karyawan berusia 20 hingga 59 tahun yang mengatakan bahwa mereka akan menggunakan nama keluarga yang sama meskipun mereka memiliki opsi untuk menggunakan nama belakang yang berbeda. Sisanya lebih memilih untuk tetap menggunakan nama aslinya.
Semua ini tidak akan berubah kecuali ada undang-undang khusus yang akan disahkan. Yoshida mengungkap bahwa jika pasangan suami istri diperbolehkan menggunakan nama belakang yang berbeda, maka tren penggunaan Sato sebagai satu-satunya nama belakang yang tersedia akan dapat dihindari.
Baca Juga: Ini 5 Makanan yang Membuat Orang Jepang Panjang Umur
Hukum Jepang saat ini menetapkan bahwa pasangan menikah harus memilih satu nama keluarga untuk dipertahankan. Selain itu, dalam 95 persen kasus, perempuanlah yang melakukan hal tersebut.
Dalam survei yang dilakukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Jepang pada 2022 , hanya 39,3 persen dari 1.000 karyawan berusia 20 hingga 59 tahun yang mengatakan bahwa mereka akan menggunakan nama keluarga yang sama meskipun mereka memiliki opsi untuk menggunakan nama belakang yang berbeda. Sisanya lebih memilih untuk tetap menggunakan nama aslinya.
(dra)
Lihat Juga :