Kenali Gejala Kelainan Refraksi pada Mata Anak

Senin, 17 Agustus 2020 - 13:44 WIB
loading...
Kenali Gejala Kelainan...
Jika anak-anak mengalami salah satu gejala refraksi, orangtua harus segera mewaspadai. Foto Ilustrasi/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Di era adaptasi normal ini, anak-anak masih harus menjalani pembelajaran di rumah (school from home). Mau tidak mau anak harus berlama-lama menatap layar gawai selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Lalu, bagaimana menyiasati agar mata anak tetap terjaga kesehatannya selama belajar online ?

Dikatakan dr. Anissa Nindhyatriayu Witjaksono, BMedSc (Hons), Sp.M yang merupakan spesialis mata RSUI, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk orangtua ketika anak harus menggunakan gadget terlalu lama di saat pandemi seperti ini, yaitu dengan metode 20-20-20.

“Metode 20-20-20 yaitu 20 menit melihat gadget (hp atau laptop) dan 20 detik istirahat melihat atap langit-langit atau benda jauh sekitar 6 meter (20 kaki),” katanya dalam seminar bertema kesehatan mata anak yang diadakan RSUI. (Baca Juga: Siap Diluncurkan Akhir Bulan, Rusia Mulai Produksi Vaksin COVID-19 )

Dr. Anissa merekomendasikan penggunaan gadget pada anak di masa new normal hanya difokuskan untuk keperluaan sekolah , sementara aktivitas hiburan harus dialihkan dengan kegiatan lain.

Menurut dr. Anissa, sebenarnya penggunaan gawai pada anak tidak menjadi masalah, karena gadget (HP/laptop) tidak berdampak secara langsung pada mata anak (menjadi minus). Namun, jarak penggunaannya yang harus diperhatikan, karena near-work activity yang memengaruhi perkembangan miopia, di mana anak-anak memiliki kecenderungan untuk melihat benda, termasuk gadget, dalam jarak terlalu dekat.

“Penggunaan gadget tidak menjadi masalah sepanjang penggunaan tersebut tidak berlangsung lama. Namun, jika terlalu lama akibatnya dapat membuat mata cenderung menjadi lelah. Hal ini dikarenakan biasanya anak-anak menatap gadget, membuat frekuensi berkedip berkurang,” terangnya.

Pada keadaan normal, mata manusia berkedip 15 kali per menit. Dengan cahaya gadget ini, menyebabkan orang hanya berkedip 5-7 kali per menit. Jadi hal inilah yang membuat mata menjadi lelah.

Pada kesempatan itu, dr. Anissa juga menyinggung soal kelainan refraksi. Menurutnya, kelainan refraksi adalah kondisi di mana gambaran benda yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan tepat di retina. Hal ini membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam.

Kelainan refraksi dibagi menjadi tiga yaitu rabun jauh (miopi), rabun dekat (hiperopia), dan astigmatisma (mata silinder). Kelainan refraksi merupakan kelainan mata terbanyak di masyarakat, tak terkecuali pada anak-anak.

Ada beberapa gejala kelainan refraksi pada anak yang dapat menjadi acuan orangtua yaitu pandangan buram, mengernyitkan dahi saat melihat, mendekatkan mata saat membaca, dan prestasi di sekolah menurun. (Baca Juga: Suka Pusing Saat Berdiri? Waspadai Risiko Terkena Demensia )

“Jika anak-anak mengalami salah satu gejala tersebut tentu orangtua harus segera mewaspadai,” ujar dr. Anissa.

Lebih lanjut dr. Anissa menjelaskan, kelainan refraksi disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan/kebiasaan. Pada faktor lingkungan/kebiasaan dipengaruhi oleh aktivitas luar, jarak baca, dan pencahayaan saat membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang memiliki waktu 40 menit bermain di luar per hari dapat mengurangi risiko progresivitas miopia (rabun jauh).
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Jangan Tunggu Sirosis,...
Jangan Tunggu Sirosis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati Sejak Dini
3 Gerakan Sederhana...
3 Gerakan Sederhana agar Tubuh Lebih Segar dan Tidak Kaku saat Bangun Tidur
Peringatan WDHD 2026,...
Peringatan WDHD 2026, Orang Tua Diajak Pahami Kesehatan Saluran Cerna Anak
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
Menerapkan Cukai MBDK...
Menerapkan Cukai MBDK 2026: Menyelamatkan Masa Depan Anak Indonesia
Anak Bukan Malas, Ini...
Anak Bukan Malas, Ini Penyebab Sebenarnya Mereka Kehilangan Semangat Belajar
Rekomendasi
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Berita Terkini
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Jadi Atensi Publik,...
Jadi Atensi Publik, Kejaksaan Siapkan 7 Jaksa Senior Kawal Sidang Richard Lee
Bukan Sekadar Cantik,...
Bukan Sekadar Cantik, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Surabaya Tunjukkan Kualitas dan Bakat
Jessica Janie Ungkap...
Jessica Janie Ungkap Kunci Lolos Miss Indonesia 2026, Jadi Diri Sendiri dan Jangan Menyerah
Kejari Tangerang Tegaskan...
Kejari Tangerang Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Dokter Richard Lee di Lapas
Hari Kedua Audisi Miss...
Hari Kedua Audisi Miss Indonesia 2026 Membludak, Talenta Muda Surabaya Tunjukkan Pesonanya
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved