Gejala Flu Singapura, Waspada jika si Kecil Sariawan

Selasa, 16 April 2024 - 19:10 WIB
loading...
Gejala Flu Singapura,...
Gejala flu singapura perlu diwaspadai. Penyakit ini umumnya menyerang si anak di bawah 10 tahun. Foto/ IIoydsharmacy
A A A
JAKARTA – Gejala flu singapura perlu diwaspadai. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut enterovirus. Umumnya menyerang si Kecil yang berusia di bawah 10 tahun, meski tidak menutup kemungkinan orang dewasa bisa mengidapnya.

Dikutip morinaga, flu Singapura dikenal sebagai penyakit tangan, kaki dan mulut. Daya tahan tubuh yang belum sekuat orang dewasa dan minimnya pengetahuan akan pentingnya mencuci tangan menjadi dua faktor flu Singapura lebih banyak menyerang anak-anak.

Baca Juga: Manfaat Mengejutkan Minum Kopi sebelum Tidur Siang

Faktor lain yang juga berperan adalah cuaca. Beberapa penelitian yang dilakukan di Singapura, Hong Kong, dan Jepang menemukan bahwa penyakit ini lebih mudah menular di tempat yang suhunya panas, kelembapannya tinggi dan anginnya kencang. Anda pun perlu memerhatikan gejalanya untuk pencegahan penyakit ini

Gejala Flu Singapura

Masa inkubasi virus flu singapura berlangsung selama 3-6 hari. Gejala pertama yang biasanya muncul adalah demam yang kemudian disusul nyeri menelan, penurunan nafsu makan, dan lemas.

Lalu akan muncul sariawan di mulut anak, tepatnya pada 1-2 hari setelah demam timbul. Biasanya rasa sakit akibat sariawan akan membuat anak malas makan. Setelah munculnya sariawan, muncul ruam merah di tangan dan kaki.

Komplikasi paling umum dari flu Singapura adalah dehidrasi. Biasanya anak akan menolak makan dan minum karena sakit sariawan. Jika hal ini terjadi, segera bawa ia ke dokter. Mungkin anak membutuhkan asupan cairan melalui infus.

Meski gejalanya ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya, penyakit ini menjadi momok bagi Bunda karena maag yang ditimbulkannya membuat anak mogok makan.

Bagaimana pengobatan Flu Singapura?

Tidak ada terapi khusus untuk menyembuhkan penyakit ini, karena penyebabnya adalah infeksi virus. Anak tidak membutuhkan antibiotik dan penyakitnya bisa sembuh sendiri dalam 7-10 hari.

Meski begitu, dokter bisa memberikan obat-obatan untuk meredakan gejalanya agar Si Kecil merasa lebih nyaman dan mau makan. Perawatan diri yang dapat dilakukan di rumah antara lain:

Memberikan makanan atau sup yang lembut agar anak mudah menelannya. Bunda juga bisa memberikan anak nutrisi cair tambahan yang mengandung nukleotida dan laktoferin. Nukleotida merupakan protein yang dibutuhkan tubuh untuk mampu memperkuat kekebalan terhadap infeksi. Nukleotida juga akan membantu membentuk metabolisme tubuh yang baik.

Sedangkan laktoferin berfungsi sebagai antimikroba dan pengatur sistem kekebalan tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang maksimal, Si Kecil tidak akan tertular virus dan bakteri lebih parah.

Kedua nutrisi ini akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga proses pemulihan berjalan lebih lancar.

Baca Juga: Kasus DBD di Indonesia Kembali Meningkat, Capai 62 Ribu di Awal April 2024

Pemberian obat penurun panas untuk meredakan demam atau nyeri

Pastikan Si Kecil mengonsumsi banyak cairan. Tidak apa-apa memberinya minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit di tenggorokan.

Cegah penularan flu Singapura dengan menerapkan beberapa kebiasaan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah batuk atau bersin. Ajari Si Kecil untuk menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin dengan menggunakan tisu sekali pakai atau siku bagian dalam.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Anggap Sepele!...
Jangan Anggap Sepele! Flu Singapura pada Anak Bisa Picu Radang Otak dan Kelumpuhan
Waspada Hantavirus,...
Waspada Hantavirus, Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Lingkungan Terbuka Lebih Aman dari Penularan Hantavirus
Kemenkes Pastikan Dua...
Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif dan Sembuh
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Indonesia Punya Peluang Cegah Virus Hanta, Begini Caranya
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Waspadai Penyebaran Hantavirus Andes
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Rekomendasi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Berita Terkini
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Jalani Pengajian dan...
Jalani Pengajian dan Siraman, Jennifer Coppen Tampil Anggun dengan Makeup Soft Glam
Dirjen Imigrasi Ungkap...
Dirjen Imigrasi Ungkap Alasan Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia
5 Artis Indonesia yang...
5 Artis Indonesia yang Bermasalah Soal Hak Asuh Anak usai Bercerai
Infografis
Orangtua Harus Waspada,...
Orangtua Harus Waspada, Ini Gejala Mycoplasma Pneumonia pada Anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved