Mencicipi Wedang Tape Ketan Hitam, Kuliner Legendaris Bojonegoro yang Eksis sejak 1950
Rabu, 17 April 2024 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
“Ya kalau normalnya porsi menghabiskan 4-5 kilogram cingur. Tapi kalau lagi ramai liburan bisa sampai menghabiskan 8 kilogram cingur,” katanya.
Seorang pelanggan Mochammad Syafi’i mengatakan, wedang tape ketan hitam di warung ini memiliki citra rasa yang tak berubah sejak dulu.
“Aroma tape ketan hitam dibalut santannya begitu terasa. Salah satu kuliner legendaris di Bojonegoro ini. Kalau pulang kampung nyempatkan nyobain ini, bikin kangen rasanya," ucap Syafi'i.
Syafi'i mengaku, sering membeli wedang tape maupun rujak cingur di Warung Ireng. Apalagi menu tersebut sudah ada sejak ia masih kecil.
"Ini sejak saya masih SMP, sudah lama jualannya, termasuk kuliner legendaris di Bojonegoro," ungkap pria 48 tahun itu.
Penasaran ingin mencoba wedang tape ketan hitam ala Bojonegoro yang sudah ada sejak tahun 1950-an? Datang langsung ke warungnya saja. Warung ini buka pukul 18.00 hingga 23.00 WIB.
Seorang pelanggan Mochammad Syafi’i mengatakan, wedang tape ketan hitam di warung ini memiliki citra rasa yang tak berubah sejak dulu.
“Aroma tape ketan hitam dibalut santannya begitu terasa. Salah satu kuliner legendaris di Bojonegoro ini. Kalau pulang kampung nyempatkan nyobain ini, bikin kangen rasanya," ucap Syafi'i.
Syafi'i mengaku, sering membeli wedang tape maupun rujak cingur di Warung Ireng. Apalagi menu tersebut sudah ada sejak ia masih kecil.
"Ini sejak saya masih SMP, sudah lama jualannya, termasuk kuliner legendaris di Bojonegoro," ungkap pria 48 tahun itu.
Penasaran ingin mencoba wedang tape ketan hitam ala Bojonegoro yang sudah ada sejak tahun 1950-an? Datang langsung ke warungnya saja. Warung ini buka pukul 18.00 hingga 23.00 WIB.
(tsa)
Lihat Juga :