Penyakit Kanker Tidak Lagi Ditanggung BPJS, Masyarakat Diminta Deteksi Dini
Rabu, 24 April 2024 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Prof. Aru menjelaskan kesadaran masyarakat untuk deteksi dini dan waspada terhadap kanker masih sangat kecil. Bukan cuma itu, kurangnya dana juga menjadi tantangan tersendiri.
“Kesadaran masyarakat. Lalu, dana untuk program-program deteksi dini untuk menyelenggarakan pendidikan itu kan butuh dana,” jelas Prof. Aru dalam konferensi pers HUT ke-47 Tahun Yayasan Kanker Indonesia (YKI), di Graha Bhakti Budaya, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2024).
Prof. Aru menjelaskan bahwa dana sangat dibutuhkan untuk menggelar program-program edukasi terkait kanker. Sehingga melalui program tersebut, masyarakat menjadi lebih sadar dan waspada terhadap kanker.
Pasalnya, hingga saat ini, tidak semua orang mengerti dan memiliki inisiatif yang tinggi terhadap keberadaan kanker di tubuhnya.
Lebih lanjut, Prof. Aru mengatakan bahwa saat ini pun meningkatnya kasus membuat para tenaga medis pun keteteran dalam mengatasinya. Apalagi kini tidak semua layanan kesehatan kanker bisa ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
“Kesadaran masyarakat. Lalu, dana untuk program-program deteksi dini untuk menyelenggarakan pendidikan itu kan butuh dana,” jelas Prof. Aru dalam konferensi pers HUT ke-47 Tahun Yayasan Kanker Indonesia (YKI), di Graha Bhakti Budaya, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2024).
Prof. Aru menjelaskan bahwa dana sangat dibutuhkan untuk menggelar program-program edukasi terkait kanker. Sehingga melalui program tersebut, masyarakat menjadi lebih sadar dan waspada terhadap kanker.
Pasalnya, hingga saat ini, tidak semua orang mengerti dan memiliki inisiatif yang tinggi terhadap keberadaan kanker di tubuhnya.
Lebih lanjut, Prof. Aru mengatakan bahwa saat ini pun meningkatnya kasus membuat para tenaga medis pun keteteran dalam mengatasinya. Apalagi kini tidak semua layanan kesehatan kanker bisa ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Lihat Juga :