Awas! Pola Makan Buruk Picu Penyakit Kanker

Kamis, 25 April 2024 - 14:35 WIB
loading...
Awas! Pola Makan Buruk...
Pola makan yang buruk telah dikaitkan dengan risiko kanker. Hal ini berdasarkan penelitian National University of Singapore. Foto/ getty
A A A
JAKARTA - Pola makan yang buruk telah dikaitkan dengan risiko kanker , serta penyakit umum lainnya. Hal ini berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh Profesor Ashok Venkitaraman dan ilmuwan dari National University of Singapore.

Kanker disebabkan oleh interaksi antara gen dan faktor lingkungan, seperti pola makan, olahraga dan polusi,” kata Profesor Venkitaraman, Direktur CSI Singapura dikutip diabetes.co.uk.

Baca Juga: Orang Tua Diminta Waspada Anak Nge-Vape, Chandrika Chika Pakai Pods Berisi Liquid Mengandung Ganja

“Bagaimana faktor lingkungan meningkatkan risiko kanker masih belum jelas, namun penting untuk memahami hubungannya jika kita ingin mengambil tindakan pencegahan yang membantu kita tetap sehat lebih lama,” ucapnya lagi.

Pasien dengan risiko tinggi terkena kanker payudara atau ovarium karena mewarisi salinan BRCA2 yang salah. Para peneliti menemukan bahwa sel-sel mereka sensitif terhadap metilglioksal, bahan kimia yang tercipta ketika sel menghasilkan energi dengan memecah glukosa. Mereka menyimpulkan bahwa metilglioksal dapat memicu tanda-tanda peringatan dini kanker dengan menyebabkan kesalahan pada DNA.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa pasien dengan kadar metilglioksal yang tinggi mungkin memiliki risiko kanker yang lebih tinggi. Metilglioksal dapat dengan mudah dideteksi melalui tes darah untuk HbA1C, yang berpotensi digunakan sebagai penanda. Selain itu, kadar metilglioksal yang tinggi biasanya dapat dikontrol dengan obat-obatan dan pola makan yang baik, sehingga menciptakan jalan bagi tindakan proaktif melawan timbulnya kanker,” kata Prof Venkitaraman.

Studi tersebut menemukan bahwa tanda-tanda peringatan serupa yang menunjukkan risiko tinggi terkena kanker dapat muncul pada orang-orang yang tidak mewarisi salinan BRCA2 yang salah, tetapi mengalami tingkat metilglioksal yang lebih tinggi dari biasanya karena kondisi yang berhubungan dengan obesitas atau pola makan yang buruk, seperti diabetes.

Penulis pertama studi tersebut, Dr Li Ren Kong, menambahkan soal penelitian, di mana bertujuan untuk memahami faktor-faktor apa yang meningkatkan risiko keluarga rentan terhadap kanker, namun akhirnya menemukan mekanisme yang lebih dalam yang menghubungkan jalur konsumsi energi penting dengan perkembangan kanker.

“Temuan ini meningkatkan kesadaran akan dampak pola makan dan pengendalian berat badan dalam pengelolaan risiko kanker,” ujar dia.

Baca Juga: Penyakit Kanker Tidak Lagi Ditanggung BPJS, Masyarakat Diminta Deteksi Dini

Temuan dari tim bahwa beberapa gen pencegah kanker dapat dinonaktifkan sementara oleh metilglioksal menunjukkan bahwa pola makan buruk yang terus-menerus atau diabetes yang tidak terkontrol dapat berkontribusi pada peningkatan risiko kanker.

Tim ini bertujuan untuk melanjutkan studinya guna mengeksplorasi mekanisme baru yang mendasari hubungan yang diidentifikasi oleh penelitian tersebut untuk menciptakan pendekatan yang lebih baik dalam mencegah atau menunda perkembangan kanker, dan untuk menilai apakah gangguan metabolisme mempengaruhi risiko pengembangan kanker di Singapura dan negara-negara Asia lainnya.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Kebiasaan Makan IU Bikin...
Kebiasaan Makan IU Bikin Kaget, Satu Potong Kimbap Dikunyah 30 Menit
Kanker Usus Besar Mulai...
Kanker Usus Besar Mulai Serang Kalangan Anak Muda, Jangan Sepelekan Gejala Ini
Perawatan Kanker Kini...
Perawatan Kanker Kini Mengarah pada Pendekatan Individual
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Netanyahu Akui Terkena...
Netanyahu Akui Terkena Kanker Prostat setelah Tumor Ganasnya Diangkat
Mahasiswa UNEJ Buktikan...
Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker
Rekomendasi
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Berita Terkini
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Jangan Tunggu Sampai...
Jangan Tunggu Sampai Hari H! Ini 5 Persiapan Uang yang Bikin Pensiun Makin Nyaman
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved