Mengandung 20 Jenis Asam Amino, Ikan Teri Bermanfaat untuk Kesehatan Jangka Panjang

Jum'at, 26 April 2024 - 01:10 WIB
loading...
Mengandung 20 Jenis...
Ikan teri merupakan salah satu jenis boga bahari yang umum ditemukan di kawasan pinggir pantai dan dikategorikan ikan berminyak. Ikan teri juga bermanfaat untuk manusia. Foto/iStock
A A A
SURABAYA - Ikan teri merupakan salah satu jenis boga bahari yang umum ditemukan di kawasan pinggir pantai dan dikategorikan ikan berminyak. Ikan teri juga bermanfaat untuk manusia.

Ahli Bioteknologi Universitas Airlangga (Unair) Heru Pramono SPi M Biotech PhD menyatakan, kandungan asam amino dalam ikan teri memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama bagi ibu hamil.

“Terdapat 20 jenis asam amino yang terkandung dalam ikan teri dapat mendukung kesehatan ibu hamil. Selain itu, kandungan kalsium sangat baik untuk tumbuh kembang janin,” terangnya.

Baca Juga: Bahaya Nge-Vape untuk Kesehatan, Jadi Sorotan usai Chandrika Chika Tertangkap Narkoba

Heru menilai, konsumsi ikan teri sebagai alternatif daging merah guna mencegah penyakit bukanlah pendekatan yang tepat. Meskipun kuantitas daging dalam ikan teri tidak sebanyak daging merah, namun menurut Heru konsumsi daging ikan lebih tepat sebagai suplementasi.

Dia juga meninjau manfaat kandungan omega-3 dalam ikan teri.

“Ikan kecil di laut biasanya mengonsumsi plankton atau mikroba alam yang mengandung omega-3. Menurut penelitian, kandungan ini bermanfaat untuk perkembangan otak dan mencegah kardiovaskuler. Sedangkan kandungan kalsiumnya baik untuk pertumbuhan tulang,” ungkap Heru.

Kandungan protein dalam ikan teri juga berperan sebagai bahan dasar penyusunan protein di dalam tubuh dan berpotensi sebagai antikanker.

Heru menyarankan proses pengolahan ikan teri yang benar. Yaitu dengan memperhatikan kebersihan dan kesegarannya.

“Ikan teri yang segar memiliki sedikit bakteri dan aman dikonsumsi. Meminimalkan proses pemasakan, seperti durasi masak singkat atau penyajian utuh, untuk mengurangi panas dan menjaga nutrisi,” tuturnya.

Selain cara di atas, Heru juga menyarankan untuk menambahkan teri dalam telur goreng sebagai pengganti garam. Hal ini guna mengurangi konsumsi garam secara berlebihan. Lebih lanjut ia menganjurkan untuk mengonsumsi ikan teri dalam jumlah sedikit secara konsisten.

Baca Juga: Awas! Pola Makan Buruk Picu Penyakit Kanker

Heru turut mengimbau agar mengonsumsi ikan teri kering asin dengan tidak berlebihan. Pasalnya, ikan teri kering asin memiliki kadar natrium tinggi yang dapat memicu hipertensi. Ia pun menganjurkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam makanan lain atau menggunakan teri sebagai pengganti bumbu.

Selain itu, Heru juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kesegaran dan potensi kontaminasi bakteri pada ikan teri.

“Ada riset yang menyebutkan, ikan yang dipasarkan dalam kondisi tidak higienis rentan terpapar bakteri yang patogen. Salah satunya adalah Escherichia coli atau sejenis salmonella yang dapat membahayakan konsumen,” kata Heru.

Heru tidak menganjurkan konsumsi ikan teri dalam kondisi mentah di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara tropis, banyak sekali bakteri, kontaminan, dan patogen. Lebih lanjut ia membandingkan konsumsi ikan teri di Indonesia dan Jepang, di mana penambahan wasabi digunakan untuk antiparasit.

Menurut literatur yang ia baca, sambungnya, sejumlah bakteri sejenis anisakis hanya menyerang mamalia laut. Walaupun begitu, Heru menekankan untuk mempertimbangkan nutrisi yang diperoleh dan menghindari risiko kesehatan jangka pendek maupun panjang.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Menkes Budi Gunadi Imbau...
Menkes Budi Gunadi Imbau Kurangi Konsumsi Makanan Olahan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan
Waspada Kurma Israel...
Waspada Kurma Israel Ganti Kemasan! Ini Panduan Beli Kurma Agar Tak Tertipu
Ini yang Terjadi pada...
Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Tak Pernah Makan Sayuran
5 Makanan Sehat yang...
5 Makanan Sehat yang Sering Diremehkan, Murah dan Kaya Nutrisi
Makan Sayur Kok Malah...
Makan Sayur Kok Malah Gemuk? Ini Penjelasan Menkes Budi Gunadi
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Program Nutrisi Esok...
Program Nutrisi Esok Hari Edukasi Pentingnya Pangan Nabati Ramah Lingkungan
Lemonilo Gandeng Karang...
Lemonilo Gandeng Karang Taruna Nasional Salurkan Bantuan Makanan Sehat di Padang
Rekomendasi
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
Berita Terkini
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
Tantri Kotak Diduga...
Tantri Kotak Diduga Jadi Korban Penipuan Rp10 Miliar, Arda Naff Angkat Bicara
Tinggalkan Karakter...
Tinggalkan Karakter Garang, Kim Mu Yeol Bertransformasi Jadi Dokter Hangat di First Doctor
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 3: Mila Makin Yakin Berpisah, Kondisi Efendi Kian memburuk
Infografis
Manfaat Jus Mentimun...
Manfaat Jus Mentimun untuk Turunkan Asam Urat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved