50 Tahun di Indonesia, ChildFund International Dorong Partisipasi para Pihak untuk Pastikan Anak-Anak Dapatkan Hak

Sabtu, 27 April 2024 - 02:56 WIB
loading...
50 Tahun di Indonesia,...
ChildFund International di Indonesia secara konsisten berjuang untuk mewujudkan dunia di mana anak-anak mendapatkan hak dan mencapai potensi maksimal mereka. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Hadir di Tanah Air sejak 1973, ChildFund International di Indonesia secara konsisten berjuang untuk mewujudkan dunia di mana anak-anak mendapatkan hak dan mencapai potensi maksimal mereka. Berbagai program dihadirkan guna mewujudkan tujuan tersebut.

Di Banten dan Jakarta, bersama Yayasan Dharma Kasih (YDK) yang telah bekerja sama sejak 1981 dan Yayasan Panti Nugraha (YPN) sejak 1984, ChildFund International di Indonesia telah mendampingi anak serta keluarga di 15 kecamatan di 5 kota/kabupaten. Salah satu kerja penting yang dilakukan oleh YDK dan YPN adalah membantu keluarga yang terdampak COVID-19 pada 2020.

“Banyak keluarga yang tidak mampu secara ekonomi mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga, termasuk untuk pendidikan anak. YDK mendistribusikan bantuan tunai melalui POST Indonesia kepada 630 keluarga atau 2.191 individu di Tangerang dan Jakarta Barat,” papar Eksi Wibakti, Pimpinan Proyek YDK melalui siaran pers belum lama ini.

Sementara di Jakarta Selatan di mana YPN bekerja, bantuan tunai ini menyasar 950 keluarga atau 4.039 individu.

“Kami juga menyediakan tempat cuci tangan ramah anak, yang disesuaikan dengan kondisi COVID-19, di tempat-tempat strategis. Ribuan flyer yang berisi informasi terkait COVID-19 dan cara pencegahannya kami sebarkan ke rumah masyrakat atau lokasi penting lainnya,” ujar Samsul Bahri, Pimpinan Proyek YPN.

Eksi lebih lanjut menjelaskan bahwa salah satu program yang sukses diimplementasikan, di antaranya adalah penyelenggaraan Pendidikan Anak usia Dini (PAUD), mengingat wilayah dampingan YDK yang berada di wilayah perkotaan adalah wilayah kumuh yang padat penduduk, tinggi polusi, serta merupakan daerah tertinggal di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang.

“Ketidakmampuan ekonomi dari banyak keluarga prasejahtera di wilayah perkotaan membuat anak tidak mendapatkan pengasuhan yang baik dan tepat dari orang tua maupun pengasuhnya. Selama orang tua bekerja, mereka hanya mampu menitipkan anak balita untuk diasuh oleh anak terbesar atau saudara dekat, bahkan tidak sedikit yang akhirnya menitipkan pada tetangga yang dipercayakan. Menyadari hal tersebut, kami berkoordinasi dengan pemangku kepentingan setempat, termasuk aparat kelurahan dan kelompok-kelompok di RW/RT, serta keswadayaan masyarakat untuk membangun dan mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” jelas Eksi.

Tak berhenti pada anak usia dini, program di Banten dan Jakarta Barat juga menjangkau anak-anak usia SD dan SMP melalui Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK). Usia ini merupakan masa transisi, baik secara fisik, psikis, sosial, dan kognitif yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, termasuk dunia digital. Sebagai bentuk intervensi terhadap kondisi tersebut, YDK berkoordinasi dengan para kader dan tutor PAUD untuk mengembangkan kecakapan hidup anak, termasuk kemampuan berelasi positif, berkomunikasi, dan literasi keuangan sesuai tahapan usianya melalui kelompok-kelompok anak di setiap RW sebagai upaya untuk mempersiapkan anak secara sosial dan mental dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman.

Tak hanya anak, orang tua pun mendapatkan pembekalan agar bisa merespons perkembangan sang anak secara tepat.

“Kami membentuk kelompok anak usia 10-14 tahun di wilayah dampingan di mana kami mengasah kecakapan hidup mereka secara rutin sehingga anak dan remaja ini mampu mengenali diri serta potensi mereka, mengenali lingkungan yang dapat memberikan pengaruh baik hingga memahami arti uang, cara membelanjakan dan menabung serta menjadi contoh bagi teman sebayanya,” tambah Eksi.

Sementara itu, merespons isu-isu kekerasan terhadap anak, Yayasan Panti Nugraha yang bergerak di Jakata Selatan dan Jakarta Timur, memberi penekanan khusus pada perlindungan anak melalui Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan paralegal.

Untuk meningkatkan kapasitas tim PATBM, pada Desember 2022 YPN mengadakan pelatihan dasar paralegal untuk 20 anggota PATBM Kelurahan Cilandak Barat dan Lebak Bulus. Pada 2023 mereka dilantik oleh BPHN/Kemenkumham serta mendapatkan sertifikasi dan kartu tanda anggota paralegal dari BPHN/Kemenkumham. Ini mereka dapatkan setelah melakukan aktualisasi paralegal selama 3 bulan dan melakukan audiensi ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Polres, LPSK, DP3A, dan PPAPP.

“Dengan adanya paralegal ini kami berharap anak, orang muda, dan masyarakat hidup di lingkungan yang aman dan terlindungi dari tindak kekerasan. Keberadaan paralegal dan PABM/PATBM ini juga secara langsung memperkuat pendampingan kasus kekerasan anak yang berhadapan dengan hukum dan membantu advokasi kasus-kasus kekerasan pada anak,” jelas Samsul.

Husnul Ma’ad selaku Country Director ChildFund International di Indonesia menjelaskan bahwa upaya organisasinya berpusat pada menghubungkan anak-anak dengan komunitas, institusi, dan sumber daya untuk memastikan mereka tumbuh dengan sehat, terdidik, terampil, dan yang terpenting aman, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun di ranah daring.

“Keberhasilan ChildFund International di Indonesia ini tentunya tidak lepas dari hasil kerja keras seluruh mitra, komunitas, pemerintah, donor, sponsor, dan pemangku kepentingan yang selalu berkomitmen untuk terus mendukung langkah kami," kata Husnul Ma’ad.

"Untuk itu, kami berterima kasih kepada semua pihak yang senantiasa telah berkontribusi dalam perjalanan ChildFund International selama 50 tahun di Indonesia. Kami berharap ke depannya dukungan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak lain ikut mewujudkan dunia di mana anak-anak bisa mendapatkan hak dan kesempatan untuk mencapai potensi maksimal mereka,” pungkasnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Jerinx SID Curhat Ingin...
Jerinx SID Curhat Ingin Punya Anak di Usia 50 Tahun, Netizen Ramai Beri Dukungan
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Dewi Persik Bongkar...
Dewi Persik Bongkar Alasan Tak Tegur Aldi Taher Lewat WA soal Felice Gabriel
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Rekomendasi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
OTT KPK di Sumut, 7...
OTT KPK di Sumut, 7 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Langkat
Berita Terkini
Baim Wong dan Paula...
Baim Wong dan Paula Verhoeven Kompak Hadiri Wisuda TK Kiano
RSUD Tobelo Perluas...
RSUD Tobelo Perluas Akses Layanan Jantung Anak, Didukung Alat Echocardiography Bantuan NHM
Sudah Pulang dari Rumah...
Sudah Pulang dari Rumah Sakit, Begini Kondisi Haji Bolot usai Kena Serangan Jantung
Gugatan Hak Asuh Anak...
Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu, Sarwendah Belum Terima Surat Panggilan Sidang
Digugat Rp1 Miliar oleh...
Digugat Rp1 Miliar oleh Keluarga Keisya Levronka, Untar Buka Suara
V BTS Minta ARMY Tak...
V BTS Minta ARMY Tak Datangi Hotel selama Tur Eropa, Ungkap Hanya Tidur 2,5 Jam
Infografis
Usia Pensiun Pekerja...
Usia Pensiun Pekerja di Indonesia Naik Jadi 59 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved