Bali Selatan Disebut Overtourism, Kemenparakraf Antisipasi Kepadatan saat World Water Forum ke-10
Senin, 29 April 2024 - 22:35 WIB
loading...
Overtourism di Bali menjadi sorotan. Kemenparekraf pun mengantisipasi kepadatan saat World Water Forum (WWF) ke-10. Foto/ Insragram
A
A
A
JAKARTA - Overtourism di Bali menjadi sorotan. Tidak hanya dari kalangan pelancong lokal, banyak bule yang juga mulai mengeluhkan kepadatan wisatawan di sana. Salah satu kawasan yang dianggap mengalami overtourism adalah Bali Selatan.
Padahal, dalam waktu dekat, wilayah tersebut akan menjadi lokasi utama penyelanggaraan event besar World Water Forum (WWF) ke-10.
Baca Juga: Kenalkan Wisata di Klungkung, Menparekraf Sandi Uno Resmikan Festival Semarapura 2024
Menanggapi hal ini, pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI lantas memastikan bahwa Pemerintah Daerah sudah menyiapkan segala antisipasi.
Salah satunya dengan menyiapkan agenda wisata yang nantinya akan direkomendasikan untuk para delegasi WWF agar mereka tidak terpusat di kawasan Bali Selatan saja.
“Pemda sudah bagus ya, dia sudah punya bikin travel pattern untuk wilayah-wilayah lain, kita Kemenparekraf tentu mendukung itu dan kita yang harus bertugas memasarkan itu semua supaya orang terinfo ada apa saja, ada pilihan apa saja ketika dia (para delegasi) hadir di sana,” ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Nia Niscaya, di ‘The Weekly Brief with Sandi Uno’ (WBSU), di kantor Kemenparekraf, Jakarta, Senin, (29/4/2024).
Padahal, dalam waktu dekat, wilayah tersebut akan menjadi lokasi utama penyelanggaraan event besar World Water Forum (WWF) ke-10.
Baca Juga: Kenalkan Wisata di Klungkung, Menparekraf Sandi Uno Resmikan Festival Semarapura 2024
Menanggapi hal ini, pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI lantas memastikan bahwa Pemerintah Daerah sudah menyiapkan segala antisipasi.
Salah satunya dengan menyiapkan agenda wisata yang nantinya akan direkomendasikan untuk para delegasi WWF agar mereka tidak terpusat di kawasan Bali Selatan saja.
“Pemda sudah bagus ya, dia sudah punya bikin travel pattern untuk wilayah-wilayah lain, kita Kemenparekraf tentu mendukung itu dan kita yang harus bertugas memasarkan itu semua supaya orang terinfo ada apa saja, ada pilihan apa saja ketika dia (para delegasi) hadir di sana,” ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Nia Niscaya, di ‘The Weekly Brief with Sandi Uno’ (WBSU), di kantor Kemenparekraf, Jakarta, Senin, (29/4/2024).
Lihat Juga :