Bali Selatan Disebut Overtourism, Kemenparakraf Antisipasi Kepadatan saat World Water Forum ke-10
Senin, 29 April 2024 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, hal tersebut bisa dikondisikan selama para delegasi tergabung dalam sebuah konferensi sehingga jadi lebih mudah diarahkan sehingga tidak terpusat di wilayah Bali Selatan saja.
Namun, Nia menilai, salah satu tantangannya adalah pihaknya tidak bisa menerapkan dan merealisasikan rencana agenda wisata tersebut jika para delegasi justru memilih ke beberapa wilayah lain, sehingga mereka tersebar.
“Kalau di dalam Konferensi sih biasanya lebih mudah kan tertata, tapi begitu dia menyebar. Nah, ini kan tantangannya,” ungkapnya.
“Jadi pre event itu memang harus sudah terkomunikasikan, apa-apa saja yang bisa diam mendapatkan pengalaman ketika menghadiri event itu,” ujar dia lagi.
Sebagai informasi, delegasi World Water Forum ke-10 akan mengunjungi salah satu desa wisata andalan yang ada di Bali, yakni Desa wisata Jatiluwih,
Event tersebut sendiri merupakan penyelenggaraan forum air internasional terbesar di dunia yang akan diselenggarakan pada 18 – 25 Mei 2024.
Namun, Nia menilai, salah satu tantangannya adalah pihaknya tidak bisa menerapkan dan merealisasikan rencana agenda wisata tersebut jika para delegasi justru memilih ke beberapa wilayah lain, sehingga mereka tersebar.
“Kalau di dalam Konferensi sih biasanya lebih mudah kan tertata, tapi begitu dia menyebar. Nah, ini kan tantangannya,” ungkapnya.
“Jadi pre event itu memang harus sudah terkomunikasikan, apa-apa saja yang bisa diam mendapatkan pengalaman ketika menghadiri event itu,” ujar dia lagi.
Sebagai informasi, delegasi World Water Forum ke-10 akan mengunjungi salah satu desa wisata andalan yang ada di Bali, yakni Desa wisata Jatiluwih,
Event tersebut sendiri merupakan penyelenggaraan forum air internasional terbesar di dunia yang akan diselenggarakan pada 18 – 25 Mei 2024.
Lihat Juga :