Kisah Sukses Daniel Tanri Rannu dari Dokter hingga Pengusaha
Rabu, 08 Mei 2024 - 01:30 WIB
loading...
A
A
A
"Saya bikin website e-commerce namanya Rajasulap. Itu lumayan terkenal. Itu jalan dari 2008 sampai 2018 atau selama 10 tahun sampai tren pasarnya benar-benar habis," kata Daniel.
Perjalanan di dunia startup ia kembali selami dengan membangun platform digital untuk menghubungkan antara pencari jasa dengan para pekerja spesialis bangunan maupun elektronik.
"Semacam Gojek tapi buat nyari tukang. Tukang AC, tukang bangunan, dan lain-lain. Ternyata marketnya cukup susah akhirnya tutup," papar Daniel.
Daniel benar-benar mempelajari setiap kegagalan membangun startup. Hingga akhirnya, Jendela360 lahir pada akhir tahun 2016. Platform ini menawarkan jasa rental apartemen dengan menyajikan virtual tour di mana customer bisa menjelajah ruangan melalui platform Jendela360 sebelum membeli.
"Jendela360 teknologi pertama di Indonesia yang pertama memperkenalkan virtual tour. Kita bisa lihat dari ruangan satu ke ruangan lain. Seolah-olah kita sedang berada di lokasi," papar Daniel.
Selain Jendela360, Daniel juga melebarkan sayap dengan membangun platform jual beli properti bernama CariProperti.
"Di 2021, kita bikin bisnis unit namanya CariProperti untuk jual beli properti. Dua unit bisnis itu, kita bikin satu holding company namanya Jendela Group," paparnya.
Dari kegagalan-kegagalan itu Daniel memetik pelajaran bahwa prinsip bisnis startup musti mengedepankan nilai ketimbang bakar uang di awal membangun bisnis.
"Dari semua perjalanan karir akhirnya kita buat Jendela. Pelajaran yang dipetik dari jatuh bangun bikin startup adalah kita harus berani mengambil untung. Gak boleh gede di subsidi atau negatif profit," tutur Daniel.
"Jadi gak boleh pakai prinsip yang penting marketnya tumbuh dulu, buat saya itu konsep membuat startup yang wrong way. Karena sebenarnya, kalau kita bisa creat velue ke market, market itu pasti mau bayar kita," tandasnya.
Perjalanan di dunia startup ia kembali selami dengan membangun platform digital untuk menghubungkan antara pencari jasa dengan para pekerja spesialis bangunan maupun elektronik.
"Semacam Gojek tapi buat nyari tukang. Tukang AC, tukang bangunan, dan lain-lain. Ternyata marketnya cukup susah akhirnya tutup," papar Daniel.
Daniel benar-benar mempelajari setiap kegagalan membangun startup. Hingga akhirnya, Jendela360 lahir pada akhir tahun 2016. Platform ini menawarkan jasa rental apartemen dengan menyajikan virtual tour di mana customer bisa menjelajah ruangan melalui platform Jendela360 sebelum membeli.
"Jendela360 teknologi pertama di Indonesia yang pertama memperkenalkan virtual tour. Kita bisa lihat dari ruangan satu ke ruangan lain. Seolah-olah kita sedang berada di lokasi," papar Daniel.
Selain Jendela360, Daniel juga melebarkan sayap dengan membangun platform jual beli properti bernama CariProperti.
"Di 2021, kita bikin bisnis unit namanya CariProperti untuk jual beli properti. Dua unit bisnis itu, kita bikin satu holding company namanya Jendela Group," paparnya.
Dari kegagalan-kegagalan itu Daniel memetik pelajaran bahwa prinsip bisnis startup musti mengedepankan nilai ketimbang bakar uang di awal membangun bisnis.
"Dari semua perjalanan karir akhirnya kita buat Jendela. Pelajaran yang dipetik dari jatuh bangun bikin startup adalah kita harus berani mengambil untung. Gak boleh gede di subsidi atau negatif profit," tutur Daniel.
"Jadi gak boleh pakai prinsip yang penting marketnya tumbuh dulu, buat saya itu konsep membuat startup yang wrong way. Karena sebenarnya, kalau kita bisa creat velue ke market, market itu pasti mau bayar kita," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :