Kisah Sukses Daniel Tanri Rannu dari Dokter hingga Pengusaha

Rabu, 08 Mei 2024 - 01:30 WIB
loading...
Kisah Sukses Daniel...
Menjadi seorang dokter tidak lantas menutup keinginan Daniel Tanri Rannu alias Daniel berhenti mengembangkan bisnis properti. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Menjadi seorang dokter tidak lantas menutup keinginan Daniel Tanri Rannu alias Daniel berhenti mengembangkan bisnis properti.

Pria asal Jakarta itu kini sukses dengan Jendela360 dan CariProperti sebuah perusahaan startup property technology yang ia rintis sejak 2016.

"Startup ini sudah jalan 8 tahun, tim kita berkembang dan tercatat ada 270 orang," ungkap Daniel saat ditemui di Jakarta, Senin (6/5/2024).

Jendela360 berkembang lebih pesat dengan membawa pendekatan O2O (Online to Offline) setelah mendapat pendanaan sebesar US$ 2 juta dari investor ternama di Indonesia dan Jepang.

Dengan pendekatan O2O itu, Jendela360 membawa transaksi properti bukan hanya menjadi lebih efisien karena peranan teknologi tapi juga lebih efektif karena pendekatan human relation.

Baca Juga: Rizky Febian dan Mahalini Gelar Pengajian di Rumah Sule Jelang Menikah

"Saat ini kita dikenal sebagai startup one of the largest proptech platform di Indonesia. Bisa dibilang capaian ini adalah bentuk kepercayaan investor di mana investornya bukan investor kaleng-kaleng," kata Daniel.

Selain Jendela360, Rannu melebarkan sayap dengan membangun startup CariProperti.

Jauh sebelum mengembangkan startup, Daniel hanyalah anak yang terlahir dari keluarga yang biasa-biasa di tengah kampung kota Jakarta.

"Saya anak bungsu, anak paling kecil dari tiga bersaudara cowok semua. Kita berangkat dari keluarga biasa saja, gak miskin banget tapi juga gak bergelimang harta," tutur Daniel.

Meski keluarga Daniel tidak masuk dalam kelas menengah atas, namun tekad untuk mendapatkan pendidikan tinggi jadi tujuan bersama.

Baca Juga: Komentar Sinis Ria Ricis soal Klarifikasi Teuku Ryan, Sebut Tak Pernah Dibela

Setelah lulus SMA, orang tua Daniel tak mampu membiayainya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kondisi itu tak lantas membuat Daniel patah arang, ia mencari celah dengan memburu beasiswa untuk bisa kuliah.

"Kita bertiga benar-benar harus dapat beasiswa kalau mau kuliah. Kalau gak dapat beasiswa kayanya gak bisa kuliah karena kondisi keuangan orangtua," kata Daniel.

Dari latar belakang keluarga yang kurang, membuat tiga bersaudara ini memiliki daya juang untuk lebih berhasil menggapai cita-cita sarjana.

"Kedua kakak saya lulus di UI, satunya arsitektur, satunya lagi lulus di Fakultas Ekonomi. Sementara saya lulus jadi dokter di Universitas Atmajaya," sebut Daniel.

Bertahan di perguruan tinggi dengan mengandalkan biaya dari beasiswa saja tidak mudah. Uang beasiswa hanya mampu menyelesaikan biaya kuliah namun tidak dengan biaya-biaya tak terduga di luar perkuliahan.

Baca Juga: Perceraian Desta dan Natasha Rizky Bikin Anak Sulung Sedih

"Buat ongkos transport, print makalah, ngerjain tugas, buku-bukuan itu saya survive dengan biaya sendiri. Dan itu bisa saya lakukan karena dari zaman SMA memang sudah biasa jualan macam-macam," tuturnya.

Di kampusnya, Daniel bukan cuma menghabiskan waktu untuk nongkrong. Ia membuktikan bahwa kuliah dengan mengandalkan kemauan yang kuat bisa menjadi dokter dengan predikat baik.

Prestasi menjadi lulusan kedokteran dengan predikat baik itu berbuntut pada dilema antara melanjutkan karir di dunia kesehatan atau menyelami bisnis startup.

"Perjalanannya sendiri gak gampang apalagi saya yang nyebrang dari dokter jadi startup founder. Pada waktu itu saya berada di satu persimpangan. Karena pada waktu itu dokter memang profesi yang punya prospek ke depannya".

"Saat itu ada satu passion yang mana juga bertemu dengan opportunity. Akhirnya saya memutuskan untuk bikin startup," lanjutnya.

Startup pertama yang ia buat cukup digandrungi masyarakat, ia membangun pasar online yang menjual peralatan sulap bernama Rajasulap.

"Saya bikin website e-commerce namanya Rajasulap. Itu lumayan terkenal. Itu jalan dari 2008 sampai 2018 atau selama 10 tahun sampai tren pasarnya benar-benar habis," kata Daniel.

Perjalanan di dunia startup ia kembali selami dengan membangun platform digital untuk menghubungkan antara pencari jasa dengan para pekerja spesialis bangunan maupun elektronik.

"Semacam Gojek tapi buat nyari tukang. Tukang AC, tukang bangunan, dan lain-lain. Ternyata marketnya cukup susah akhirnya tutup," papar Daniel.

Daniel benar-benar mempelajari setiap kegagalan membangun startup. Hingga akhirnya, Jendela360 lahir pada akhir tahun 2016. Platform ini menawarkan jasa rental apartemen dengan menyajikan virtual tour di mana customer bisa menjelajah ruangan melalui platform Jendela360 sebelum membeli.

"Jendela360 teknologi pertama di Indonesia yang pertama memperkenalkan virtual tour. Kita bisa lihat dari ruangan satu ke ruangan lain. Seolah-olah kita sedang berada di lokasi," papar Daniel.

Selain Jendela360, Daniel juga melebarkan sayap dengan membangun platform jual beli properti bernama CariProperti.

"Di 2021, kita bikin bisnis unit namanya CariProperti untuk jual beli properti. Dua unit bisnis itu, kita bikin satu holding company namanya Jendela Group," paparnya.

Dari kegagalan-kegagalan itu Daniel memetik pelajaran bahwa prinsip bisnis startup musti mengedepankan nilai ketimbang bakar uang di awal membangun bisnis.

"Dari semua perjalanan karir akhirnya kita buat Jendela. Pelajaran yang dipetik dari jatuh bangun bikin startup adalah kita harus berani mengambil untung. Gak boleh gede di subsidi atau negatif profit," tutur Daniel.

"Jadi gak boleh pakai prinsip yang penting marketnya tumbuh dulu, buat saya itu konsep membuat startup yang wrong way. Karena sebenarnya, kalau kita bisa creat velue ke market, market itu pasti mau bayar kita," tandasnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjalanan Abdu Sholeh...
Perjalanan Abdu Sholeh Tinggalkan Marketing untuk Bangun Pusat Susu
Rekomendasi Bisnis Menjanjikan...
Rekomendasi Bisnis Menjanjikan bagi Pemula ala Firda Khaerunnisa
Sukses di Usia Muda:...
Sukses di Usia Muda: dari Lensa Kamera, Ferdi Sulap Hobi Jadi Bisnis Jutaan dengan Alasfotoprops dan Dukungan Shopee
Kisah Sukses Intresse:...
Kisah Sukses Intresse: Menenun Budaya dalam Mode bersama Shopee, Inspirasi Usia Muda
Kisah Rosna, Penenun...
Kisah Rosna, Penenun Songket dari Solok yang Menembus Pasar Global
Kisah Sukses Huda Maulana...
Kisah Sukses Huda Maulana Ismail, Dirikan Lapakhuda dari Hobi
Dari Jualan Gorengan...
Dari Jualan Gorengan Keliling hingga Jadi CEO Republic Laptop, Ini Kisah Perjuangan Bayu Aji
Kisah Sipetek Food,...
Kisah Sipetek Food, Banting Setir Karyawan Migas Jadi Pengepul Sampah Ikan Beromzet Ratusan Juta
Cikal Bakal Bisnis Keluarga...
Cikal Bakal Bisnis Keluarga Djarum, Berawal dari Kakek Buyut Jualan Minyak Kacang Tanah
Rekomendasi
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
Berita Terkini
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved