CERMIN: Imajinasi adalah Harta Paling Berharga Bagi seorang Anak

Jum'at, 17 Mei 2024 - 14:00 WIB
loading...
A A A
Tak bisakah kita tetap memiliki imajinasi tak berbatas bahkan ketika kita beranjak dewasa, menjalani kehidupan sebagai orang dewasa dengan pekerjaan tetap, istri yang berjuang membesarkan anak-anak, dan kita yang sesekali merasa terjebak di antaranya?

Dalam IF: Imaginary Friend, kita bertemu Bea, gadis cilik 12 tahun yang hidupnya terus-terusan dihajar masalah. Dalam adegan pembuka yang menyegarkan sekaligus menjanjikan dan manis, kita melihat Bea dan keluarga kecilnya menikmati masa-masa indah untuk lantas terkoyak-koyak begitu saja ketika sang ibu sakit dan akhirnya meninggal.

Seperti masih belum cukup, pada masa sekarang kita melihat Bea yang berhadapan dengan seorang ayah yang punya masalah pada jantungnya. Tapi Bea tak pernah digambarkan berduka atas masalah demi masalah itu, seolah-olah soal ibu meninggal dan ayah yang sakit tak terlalu berpengaruh dalam hidupnya.

CERMIN: Imajinasi adalah Harta Paling Berharga Bagi seorang Anak

Foto: Paramount Pictures

Dan tiba-tiba saja kita melihat Bea ditarik masuk ke dalam sebuah dunia asing yang menyenangkan: sebuah dunia yang dipenuhi teman-teman khayalan yang membutuhkan bantuannya untuk mengakhiri masa pensiun mereka.

Teman-teman khayalan ini tak 'bekerja' lagi ketika 'anak-anak mereka' sudah beranjak dewasa, perlahan melupakan mereka dan membuatnya menjadi tak terlihat lagi. Lantas mengapa Bea perlu melakukan bantuan itu? Apa manfaatnya untuk dirinya sendiri?

Satu hal yang berusaha betul saya pahami saat membuat film keluarga adalah bagaimana membuat semua hal menjadi sejelas-jelasnya. Menyatukannya dalam kepingan-kepingan yang terkoneksi satu sama lain dengan asyik dan terutama menuturkannya dengan cara paling sederhana yang bahkan bisa dimengerti oleh anak usia 8-10 tahun.

Sayangnya John yang juga menulis skenario IF: Imaginary Friend belum sepenuhnya memahami itu. Oleh karena itu, premis yang menggelitik itu terasa acakadul ketika disusun dalam sebuah skenario yang tak jelas motivasinya apa (mengapa orang-orang dewasa membutuhkan imaginary friend kembali ke hidup mereka sekarang?).

Ceritanya juga terasa berlompatan ke sana ke mari (dari Bea yang terkurung dalam duka tiba-tiba menjadi Bea yang mencoba menyelamatkan imaginary friend dari masa pensiun). Juga terlalu banyaknya karakter-karakter imaginary friend yang lalu lalang (saya hanya mengenali beberapa pengisi suaranya, tapi tak mengingat dengan jelas karakter yang mereka mainkan).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Rekomendasi
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Berita Terkini
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Paula Verhoeven Mohon...
Paula Verhoeven Mohon Doa untuk Kiano yang Tengah Dirawat di RS
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved