Kopi Indonesia Diminati Pengunjung MICE di Australia
Jum'at, 17 Mei 2024 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Stan Indonesia menghadirkan pelaku bisnis kopi unggulan Indonesia, yaitu: AnHar Kopi, Ariga Coffee, ASLAN Coffee Roasters, Expindo Sinar Jaya, Kancil Global, KSU Baliem Arabica (dengan nama merk Baliem Blue Coffee; moto ‘Kenggi Abulok Kambe Abulok’ yang artinya “Tangan Bergerak maka Mulut-pun Bergerak”), Opal Coffee, dan Papua Black Gold Coffee (petani, pekebun, dan kopi).
Kopi yang ditampilkan di pameran merefleksikan kekayaan kopi dari berbagai daerah di Indonesia; dari timur ke Barat, antara lain: Abmisibil, Aceh, Ciwidey, Ijen, Gayo, Kindang, Kiwirok, Malabar, Peneli, Pulu-pulu, Sabin, Semendo, Sigi, Tiom, Tura Jaji, dan Wahana Estate.
“Salah satu kemiripan dua negara bertetangga Indonesia dan Australia adalah budaya minum kopi yang kuat. Kopi tidak saja penting dari segi komersial, namun juga bagi relasi sosial budaya di kedua negara. Kemiripan tersebut perlu dimanfaatkan untuk menjadi jembatan penghubung dalam mendekatkan masyarakat kedua negara dan, pada saat yang bersamaan, meningkatkan hubungan ekonomi bilateral. Terlebih dengan telah berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA),” kata Kuncoro Waseso, Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania.
Pada pameran tersebut, stan Indonesia juga menampilkan berbagai produk inovasi bioplastik berbasis rumput laut seperti cangkir, mangkuk, piring, dan sedotan yang dikembangkan oleh Ijo Inovasi Indonesia.
Produk-produk tersebut merupakan bagian dari upaya hilirisasi rumput laut dengan memanfaatkan potensi rumput laut Indonesia yang belum banyak terjamah untuk menciptakan alternatif biodegradable dan kompos rumah bagi plastik tradisional.
Kopi yang ditampilkan di pameran merefleksikan kekayaan kopi dari berbagai daerah di Indonesia; dari timur ke Barat, antara lain: Abmisibil, Aceh, Ciwidey, Ijen, Gayo, Kindang, Kiwirok, Malabar, Peneli, Pulu-pulu, Sabin, Semendo, Sigi, Tiom, Tura Jaji, dan Wahana Estate.
“Salah satu kemiripan dua negara bertetangga Indonesia dan Australia adalah budaya minum kopi yang kuat. Kopi tidak saja penting dari segi komersial, namun juga bagi relasi sosial budaya di kedua negara. Kemiripan tersebut perlu dimanfaatkan untuk menjadi jembatan penghubung dalam mendekatkan masyarakat kedua negara dan, pada saat yang bersamaan, meningkatkan hubungan ekonomi bilateral. Terlebih dengan telah berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA),” kata Kuncoro Waseso, Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania.
Pada pameran tersebut, stan Indonesia juga menampilkan berbagai produk inovasi bioplastik berbasis rumput laut seperti cangkir, mangkuk, piring, dan sedotan yang dikembangkan oleh Ijo Inovasi Indonesia.
Produk-produk tersebut merupakan bagian dari upaya hilirisasi rumput laut dengan memanfaatkan potensi rumput laut Indonesia yang belum banyak terjamah untuk menciptakan alternatif biodegradable dan kompos rumah bagi plastik tradisional.
Lihat Juga :