Lonely Deaths Menghantui Jepang, 21.716 Orang Meninggal Dunia Sendirian
Jum'at, 17 Mei 2024 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ini 5 Makanan yang Membuat Orang Jepang Panjang Umur
Profesor gerontologi di Universitas Ryukyus, Tomoko Owan mengatakan lonely deaths lebih jarang terjadi di Okinawa dan wilayah lain di Jepang dapat mengambil pelajaran dari rasa kebersamaan di prefektur paling selatan Jepang tersebut.
“Ini pulau kecil dan masyarakat di sini masih menghargai rasa kekeluargaan, bisa bertatap muka dan berkomunikasi. Kami menyebutnya moai, dan ini adalah sesuatu yang tampaknya sudah dilupakan oleh orang-orang di seluruh Jepang karena semakin banyak orang yang kehilangan kontak satu sama lain," ungkap Owan.
Menurut Owan, di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, semangat bermasyarakat sudah tidak ada lagi. Ini karena semakin banyak masyarakat yang tinggal sendiri, berbeda dengan di Okinawa yang sering mengadakan festival, tari, dan acara olah raga.
Karena itu, Owan menekankan perlunya masyarakat untuk tetap sehat secara mental dan fisik berapa pun usianya. "Saya berusia 65 tahun, tetapi saya mengajar karate di Universitas Ryukyu dan baru-baru ini mulai mengajar kelas anak muda yang tidak tahu banyak tentang karate bagian dari budaya Okinawa. Penting bagi saya untuk tetap aktif dan tetap berhubungan dengan teman dan keluarga," tandasnya.
Profesor gerontologi di Universitas Ryukyus, Tomoko Owan mengatakan lonely deaths lebih jarang terjadi di Okinawa dan wilayah lain di Jepang dapat mengambil pelajaran dari rasa kebersamaan di prefektur paling selatan Jepang tersebut.
“Ini pulau kecil dan masyarakat di sini masih menghargai rasa kekeluargaan, bisa bertatap muka dan berkomunikasi. Kami menyebutnya moai, dan ini adalah sesuatu yang tampaknya sudah dilupakan oleh orang-orang di seluruh Jepang karena semakin banyak orang yang kehilangan kontak satu sama lain," ungkap Owan.
Menurut Owan, di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, semangat bermasyarakat sudah tidak ada lagi. Ini karena semakin banyak masyarakat yang tinggal sendiri, berbeda dengan di Okinawa yang sering mengadakan festival, tari, dan acara olah raga.
Karena itu, Owan menekankan perlunya masyarakat untuk tetap sehat secara mental dan fisik berapa pun usianya. "Saya berusia 65 tahun, tetapi saya mengajar karate di Universitas Ryukyu dan baru-baru ini mulai mengajar kelas anak muda yang tidak tahu banyak tentang karate bagian dari budaya Okinawa. Penting bagi saya untuk tetap aktif dan tetap berhubungan dengan teman dan keluarga," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :