alexametrics

7 Cara Cepat Menurunkan Berat Badan

loading...
7 Cara Cepat Menurunkan Berat Badan
Menurunkan berat badan adalah perjuangan, meski telah di program, tetapi hasilnya nihil. Nah, ada 7 cara cepat mengatasi penurunan berat badan. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Tubuh manusia memiliki sekitar 60 persen air dan jumlah air yang dipertahankan seseorang berfluktuasi, tergantung pada kebiasaan makan dan kondisi kesehatan mereka. Misalnya, makan makanan tinggi garam dapat memicu sel-sel untuk menyerap dan menahan air. Kelebihan air yang dimiliki tubuh disebut berat air.

Kelebihan retensi air dalam tubuh bisa menyebabkan kaki, tangan, pergelangan kaki dan kaki bengkak. Umumnya, berat air bukan hal yang memprihatinkan, tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Faktanya, dalam beberapa kasus, kelebihan berat air mungkin menjadi alasan seseorang tidak bisa kehilangan beberapa badan berlebih.

Nah, ada 7 cara mudah menurunkan berat badan yang membandel yang bisa menjadi pilihan. Berikut ulasannya seperti dilansir Times Of India; (Baca juga: Haruskah Membuang Kuning Telur untuk Turunkan Berat Badan?).



1.Kurangi asupan garam Langkah pertama untuk menurunkan berat badan adalah mengurangi asupan garam. Ganti makanan tinggi sodium dengan alternatif rendah sodium. Terlalu banyak garam, bila ditambah dengan asupan air yang lebih sedikit dan tidak berolahraga dapat menyebabkan retensi air.
2. Berolahraga secara teratur
Solusi mudah namun jangka pendek untuk menurunkan berat badan adalah berolahraga. Berkeringat melalui olahraga setiap hari membantu Anda kehilangan kelebihan cairan dari tubuh. Jumlah rata-rata kehilangan cairan selama sesi latihan satu jam adalah antara 16-64 ons.

3. Tetap terhidrasi
Cara lain yang baik untuk mencegah penumpukan air adalah dengan tetap terhidrasi. Jika Anda tidak membuat diri Anda terhidrasi, tubuh Anda bersiap untuk kehabisan cairan dengan memegang lebih banyak air. Tetap terhidrasi membantu menyingkirkan kelebihan garam dari tubuh. (Baca juga: Radioterapi untuk Pasien Nyeri Tumit).

4. Kelola tingkat stres
Peningkatan kadar kortisol dalam tubuh menyebabkan retensi air. Kortisol adalah hormon stres yang diproduksi sebagai respons terhadap situasi stres dan gula darah rendah. Dan setiap sel dalam tubuh memiliki reseptor untuk kortisol yang berarti dapat berdampak parah pada tubuh. Kortisol tidak menyebabkan retensi air dalam kondisi normal tetapi hanya ketika stres.

5. Beralihlah ke karbohidrat yang lebih sehat
Mengurangi karbohidrat dari diet sepenuhnya dapat membantu menurunkan berat air dengan sangat cepat, tetapi ini dapat menyebabkan penurunan tingkat energi. Jadi, beralih ke karbohidrat yang lebih sehat dan membatasi asupan karbohidrat bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Ketika Anda makan lebih sedikit karbohidrat, Anda akan makan lebih banyak protein dan lemak yang seharusnya mendorong hilangnya air.

6. Konsumsi makanan kaya kalium
Kalium membantu menyingkirkan berat air dengan dua cara. Pertama dengan mengurangi kadar natrium dalam tubuh dan kedua dengan meningkatkan produksi urin.

Kalium mengatur cairan di sekitar sel-sel tubuh dan mencegah tubuh menahan air. Beberapa contoh makanan yang kaya kalium adalah kacang, air kelapa, sayuran berdaun hijau, ikan, alpukat, kismis, kurma, bayam, brokoli, pisang, kentang putih dan ubi jalar.

7. Minum suplemen magnesium

Magnesium membantu ginjal membuang kelebihan natrium dan air dari sistem tubuh. Tingkat magnesium sel tubuh sangat terkait dengan kalium dalam sel. Kedua mineral ini dapat bekerja secara sinergis untuk mengurangi retensi air dalam tubuh.

Tips:

Retensi air yang parah mungkin merupakan tanda penyakit ginjal atau hati, tetapi dalam sebagian besar kasus, berat air bersifat sementara dan hilang dengan beberapa modifikasi gaya hidup yang mudah. Namun, jika Anda merasa ada masalah lain bersama dengan pembengkakan tubuh Anda karena retensi air, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak