Menteri PPPA Ajak Perempuan Indonesia Berani Bersuara Melawan Kekerasan
Selasa, 21 Mei 2024 - 21:45 WIB
loading...
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengajak perempuan Indonesia untuk berani bersuara demi melawan kekerasan. Foto/Annastasya Ryzkia
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengajak perempuan Indonesia untuk berani bersuara demi melawan kekerasan. Ia pun meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apa yang dialami.
Pasalnya dengan bersuara, Bintang mengatakan bahwa korban bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah korban kekerasan bisa mendapatkan keadilan dan memberikan efek jera bagi pelaku.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat kasus kekerasan menurun baik pada perempuan (2015-2021) maupun anak-anak (2018-2021). Di sisi lain, terjadi lonjakan angka pada data laporan kasus yang diterima KemenPPPA.
Fenomena itu, kata Bintang, perlu disikapi positif. Ini artinya perempuan Indonesia semakin berani untuk melaporkan apa yang terjadi pada dirinya. Baginya, salah satu faktor yang menentukan adalah masyarakat tidak menganggap kasus yang terjadi adalah aib.
Baca Juga: KemenPPPA dan iNews Media Group Kolaborasi Lindungi Anak Indonesia dari Kekerasan
"Ya, masyarakat sekarang itu nggak menganggap lagi kasus yang menimpa mereka sebagai suatu aib. Dengan begitu, laporan kasus pun jumlahnya banyak," kata Bintang di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2024).
Menurut Bintang, jika perempuan bersuara akan memperkecil kemungkinan kasus serupa terulang. Selain itu, memberi kekuatan juga kepada korban lain yang punya pengalaman serupa untuk berani melaporkan apa yang dialaminya, karena merasa tidak sendirian.
Pasalnya dengan bersuara, Bintang mengatakan bahwa korban bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah korban kekerasan bisa mendapatkan keadilan dan memberikan efek jera bagi pelaku.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat kasus kekerasan menurun baik pada perempuan (2015-2021) maupun anak-anak (2018-2021). Di sisi lain, terjadi lonjakan angka pada data laporan kasus yang diterima KemenPPPA.
Fenomena itu, kata Bintang, perlu disikapi positif. Ini artinya perempuan Indonesia semakin berani untuk melaporkan apa yang terjadi pada dirinya. Baginya, salah satu faktor yang menentukan adalah masyarakat tidak menganggap kasus yang terjadi adalah aib.
Baca Juga: KemenPPPA dan iNews Media Group Kolaborasi Lindungi Anak Indonesia dari Kekerasan
"Ya, masyarakat sekarang itu nggak menganggap lagi kasus yang menimpa mereka sebagai suatu aib. Dengan begitu, laporan kasus pun jumlahnya banyak," kata Bintang di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2024).
Menurut Bintang, jika perempuan bersuara akan memperkecil kemungkinan kasus serupa terulang. Selain itu, memberi kekuatan juga kepada korban lain yang punya pengalaman serupa untuk berani melaporkan apa yang dialaminya, karena merasa tidak sendirian.
Lihat Juga :