Perempuan Desa Ambil Peran, Perkuat Generasi Muda Nusantara
Jum'at, 03 Juli 2026 - 15:20 WIB
loading...
Perempuan desa selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga ketenteraman keluarga dan lingkungan sekitarnya.
A
A
A
JAKARTA - Perempuan desa selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga ketenteraman keluarga dan lingkungan sekitarnya. Melalui gerakan Srikandi Jaga Desa, peran natural tersebut diperkuat menjadi sebuah inisiatif nasional yang solid. Para perempuan kini didorong untuk turun tangan langsung memastikan generasi muda tumbuh di lingkungan yang sehat dan aman dari berbagai pengaruh destruktif yang mengancam masa depan. Lebih dari itu, kaum perempuan juga mengambil porsi penting dalam merawat keutuhan ruang hidup serta warisan komunal agar kelestarian desa tetap terjaga dari berbagai benturan kepentingan luar.
Berdasarkan data BPS tahun 2024, sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, atau setara dengan sekitar 37 juta orang, dan kontribusi perempuan dalam sektor UMKM turut menyumbang hingga 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Untuk menopang peran krusial tersebut, kemandirian ekonomi masyarakat menjadi kunci utama yang terus dibangun dengan memfasilitasi perempuan pedesaan untuk menggerakkan roda UMKM serta mengoptimalkan potensi lokal. Praktik di lapangan menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian ekonomi dan keterlibatan perempuan dalam ruang kepemimpinan publik berkontribusi langsung pada menguatnya ketahanan desa dari berbagai gesekan sosial.
Melalui gerakan Srikandi Jaga Desa yang merupakan sayap organisasi resmi dari ABPEDNAS, peran natural tersebut kini diperkuat menjadi sebuah inisiatif nasional yang solid.
Seluruh gagasan besar mengenai ketahanan sosial dan ekonomi ini digodok secara matang dalam Musyawarah Nasional perdana Srikandi Jaga Desa yang digelar pada Kamis (2/7/2026) di Jakarta. Forum ini sengaja menempati posisi sebagai ruang konsolidasi awal yang sangat krusial karena seluruh jajaran pengurus nasional hingga daerah, mulai dari DPP, DPD, hingga DPC, memang belum dilantik dan baru akan dikukuhkan secara resmi keesokan harinya. Lewat Munas ini, para calon pengurus menyamakan frekuensi serta merumuskan arah gerak strategis sebelum mereka mengemban amanah secara legal.
Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, menyampaikan bahwa pembentukan Srikandi Jaga Desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa secara masif. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat besar mulai dari ranah keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat, sehingga membutuhkan wadah yang terorganisasi.
"Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga," ujar Ella.
Berdasarkan data BPS tahun 2024, sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, atau setara dengan sekitar 37 juta orang, dan kontribusi perempuan dalam sektor UMKM turut menyumbang hingga 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Untuk menopang peran krusial tersebut, kemandirian ekonomi masyarakat menjadi kunci utama yang terus dibangun dengan memfasilitasi perempuan pedesaan untuk menggerakkan roda UMKM serta mengoptimalkan potensi lokal. Praktik di lapangan menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian ekonomi dan keterlibatan perempuan dalam ruang kepemimpinan publik berkontribusi langsung pada menguatnya ketahanan desa dari berbagai gesekan sosial.
Melalui gerakan Srikandi Jaga Desa yang merupakan sayap organisasi resmi dari ABPEDNAS, peran natural tersebut kini diperkuat menjadi sebuah inisiatif nasional yang solid.
Seluruh gagasan besar mengenai ketahanan sosial dan ekonomi ini digodok secara matang dalam Musyawarah Nasional perdana Srikandi Jaga Desa yang digelar pada Kamis (2/7/2026) di Jakarta. Forum ini sengaja menempati posisi sebagai ruang konsolidasi awal yang sangat krusial karena seluruh jajaran pengurus nasional hingga daerah, mulai dari DPP, DPD, hingga DPC, memang belum dilantik dan baru akan dikukuhkan secara resmi keesokan harinya. Lewat Munas ini, para calon pengurus menyamakan frekuensi serta merumuskan arah gerak strategis sebelum mereka mengemban amanah secara legal.
Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, menyampaikan bahwa pembentukan Srikandi Jaga Desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa secara masif. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat besar mulai dari ranah keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat, sehingga membutuhkan wadah yang terorganisasi.
"Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga," ujar Ella.
Lihat Juga :